Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Bukit Kemiling Permai Raya Timbulkan Bau Tak Sedap

Tumpukan sampah di pinggir Jalan Bukit Kemiling Permai Raya yang timbulkan bau tak sedap dan membuat kumuh. Foto: Paulina/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Tumpukan sampah yang berserakan di pinggir Jalan Bukit Kemiling
Permai Raya Bandar Lampung jadi keluhan warga. Sampah yang terdiri dari berbagai
jenis, seperti plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga, terlihat menumpuk.
Kondisi ini membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh dan menimbulkan bau tak
sedap.
Berdasarkan pantauan di
lokasi, tumpukan sampah terlihat di bawah pohon besar di pinggir jalan,
menciptakan pemandangan yang tidak sedap dipandang.
Plastik berwarna merah,
hitam, dan putih bercampur dengan berbagai jenis sampah lainnya, menumpuk tanpa
adanya tempat pembuangan yang jelas. Di sekitar area tersebut, terdapat selokan
yang juga dipenuhi dedaunan dan sampah kecil, memperparah kondisi kebersihan
lingkungan.
Menurut Tari, salah satu
warga, keberadaan sampah ini bukan hal baru. Ia mengatakan bahwa masyarakat
sudah terbiasa membuang sampah di lokasi tersebut, meskipun tidak ada tempat
pembuangan resmi. “Ini sudah lama, orang-orang sudah biasa buang di sini, terutama
malam hari,” ujarnya pada Rabu (26/2/2025).
Hal senada juga
disampaikan oleh Novia, warga lainnya yang setiap hari berada di sekitar
lokasi. Ia mengaku heran karena meskipun tidak melihat langsung siapa yang
membuang sampah, jumlahnya terus bertambah setiap hari. “Saya di sini dari pagi
sampai sore, tapi gak pernah lihat orang buang sampah. Tapi besoknya sudah
menumpuk lagi,” katanya.
Meskipun petugas
kebersihan rutin mengangkut sampah, kondisi ini tetap berulang. Mobil
pengangkut sampah biasanya datang beberapa kali dalam seminggu, tetapi keesokan
harinya sampah kembali menumpuk. “Biasanya ada truk yang mengangkut kalau sudah
terlalu banyak, tapi paginya sudah ada lagi,” tambah Novia.
Warga menyebutkan bahwa
sebagian besar pembuangan sampah terjadi pada malam atau dini hari agar tidak
terlihat oleh orang lain. Minimnya pengawasan, seperti ketiadaan CCTV di
lokasi, membuat sulit untuk mengetahui siapa pelaku pembuangan sampah
sembarangan.
Pihak RT setempat mengaku
bingung dengan kondisi ini. Meskipun ada upaya gotong-royong membersihkan
lingkungan setiap Jumat, sampah tetap kembali menumpuk.
Beberapa warga berharap
adanya solusi konkret dari pemerintah, seperti penyediaan tempat sampah resmi
atau peningkatan frekuensi pengangkutan sampah. Selain itu, edukasi kepada
masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dinilai perlu
dilakukan.
Selain mencemari
lingkungan, tumpukan sampah ini juga berpotensi menjadi sumber penyakit. Bau
menyengat dan potensi berkembangnya lalat serta tikus menjadi kekhawatiran
tersendiri bagi warga sekitar.
Warga berharap ada
tindakan tegas dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini. Jika
dibiarkan, bukan tidak mungkin masalah sampah ini akan semakin parah dan
mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat di sekitar Jalan Bukit
Kemiling Permai Raya. (*)
Berita Lainnya
-
Komisi II DPRD Lampung Tengah Temukan Banyak Pelanggaran Hingga Potensi PAD
Rabu, 26 Februari 2025 -
UIN RIL Luluskan 838 Wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2025
Rabu, 26 Februari 2025 -
Pemkot Bandar Lampung Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2025, Ini Jadwalnya
Rabu, 26 Februari 2025 -
Pengamat Sebut Retreat Kepala Daerah Bahas Strategi Pembangunan dan Kolaborasi
Rabu, 26 Februari 2025