Antisipasi Kelangkaan LPG, Pemkot Metro Minta Tambah Stok ke Pertamina

Asisten II Sekretaris Daerah Kota Metro, Yeri Ehwan. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Metro - Pemerintah Kota Metro memastikan ketersediaan stok LPG subsidi tetap
aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadhan
dan Idul Fitri 1446 Hijiriah.
Meski
demikian, lonjakan harga di tingkat pengecer masih menjadi tantangan yang terus
diantisipasi oleh pemkot dan pihak terkait.
Asisten
II Sekretaris Daerah Kota Metro, Yeri Ehwan, menegaskan bahwa hingga saat ini
tidak ada kelangkaan LPG subsidi di Kota Metro. Namun, pihaknya tetap melakukan
langkah antisipasi dengan mengajukan permintaan tambahan kuota ke
Pertamina.
"Untuk
LPG sampai saat ini tidak ada kelangkaan. Tetapi kita juga sudah membuat surat
beberapa minggu yang lalu, dan kita juga akan membuat surat kembali kepada
Pertamina supaya BBM subsidi dan LPG subsidi bisa ditambah untuk Ramadan dan
menjelang hari raya," kata dia saat dikonfirmasi awak media, Rabu (26/2/2025).
Langkah
tersebut diambil sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi yang
biasanya meningkat saat Ramadhan. Dengan tambahan stok, pemerintah berharap
tidak ada gejolak di masyarakat akibat kelangkaan pasokan.
Meskipun
stok LPG dipastikan aman, permasalahan lain muncul di tingkat pengecer, di mana
harga jual cenderung melambung tinggi. Menurut Yeri, harga LPG di agen dan
pangkalan masih dalam kendali pemerintah. Namun, begitu masuk ke tangan
pengecer, harga menjadi bervariasi.
"Harga
yang melambung di tingkat pengecer itu yang pengendaliannya agak susah, karena
yang bisa dikendalikan pemerintah itu pada tingkat agen dan pangkalan. Tetapi
di tingkat pengecer ini sudah variasi karena mereka ambil dari pangkalan, jadi
Pertamina agak susah mengendalikannya," jelasnya.
Guna
menekan kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkot Metro telah meminta Pertamina
dan Hiswana Migas untuk mengeluarkan imbauan kepada para pengecer.
"Imbauan
tersebut menetapkan bahwa harga jual di pengecer seharusnya hanya naik sekitar
Rp 1.000 hingga Rp 2.000 dari harga pembelian di pangkalan. Tetapi yang menjual
dan mencari keuntungan di atas Rp 5.000 itu kita minta untuk tidak
dilakukan," terang Yeri.
Yeri
menyebut, Pemerintah Daerah juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi
harga LPG subsidi di tingkat pengecer. Jika ditemukan pengecer yang menjual
dengan harga terlalu tinggi, masyarakat diminta segera melapor ke dinas
perdagangan atau langsung ke pemerintah daerah melalui bidang perekonomian.
"Jika
masih ditemukan, kami meminta masyarakat untuk melaporkan ke pemerintah daerah
maupun dinas perdagangan dan menginformasikan kepada kami, terkait pengecer
mana saja yang tidak menaati imbauan dari Hiswana Migas dan Pertamina,"
bebernya.
Menurutnya,
laporan dari masyarakat akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan
pengecekan langsung ke lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah siap
mengambil langkah tegas guna melindungi konsumen dan menjaga stabilitas harga.
Selain
pengawasan di lapangan, Pemkot Metro juga mendorong mekanisme distribusi yang
lebih transparan dan efisien. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah
penggunaan sistem distribusi digital agar LPG subsidi benar-benar tepat
sasaran.
Dengan
berbagai langkah tersebut, Pemkot Metro optimistis bahwa ketersediaan LPG
subsidi akan tetap terjaga, dan lonjakan harga bisa dikendalikan. Namun,
sinergi antara pemerintah, Pertamina, pengecer, serta masyarakat tetap menjadi
kunci utama dalam memastikan distribusi yang merata dan harga yang wajar. (*)
Berita Lainnya
-
Pastikan SPKLU Siap jelang Ramadan, PLN dan Komunitas Kosmik Lampung gelar Sunmori Motor Listrik
Rabu, 26 Februari 2025 -
Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadan, Pemkot Metro Gelar Operasi Pasar
Rabu, 26 Februari 2025 -
DLH Metro Pangkas Pohon Tua di Bahu Jalan Protokol Antisipasi Tumbang
Rabu, 26 Februari 2025 -
Harga Empat Komoditas Pangan di Metro Naik, Cabe Merah Melonjak Paling Tinggi
Selasa, 25 Februari 2025