• Rabu, 26 Februari 2025

Harga Empat Komoditas Pangan di Metro Naik, Cabe Merah Melonjak Paling Tinggi

Selasa, 25 Februari 2025 - 14.15 WIB
32

Assisten II Setda Kota Metro, Yeri Ehwan saat diwawancarai awak media. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Metro mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Dari data yang dihimpun, empat bahan pokok yang mengalami lonjakan harga adalah telur ayam broiler, cabe merah, bawang merah, dan bawang putih kating.  

Dari keempat komoditas tersebut, cabe merah mengalami kenaikan harga paling tinggi, yakni mencapai Rp 49.286 per kg di tingkat agen. Angka ini naik 15,2 persen atau setara Rp 7.500 per kg dibandingkan minggu sebelumnya yang masih di harga Rp 41.786 per kg. 

Bawang merah juga mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Saat ini, harga jualnya di tingkat agen mencapai Rp 29.429 per kg, naik sekitar 6,3 persen atau Rp 1.858 dibandingkan minggu lalu yang hanya Rp 27.571 per kg. 

Sementara itu, harga telur ayam broiler yang pekan lalu berada di kisaran Rp 28.000 per kg kini naik menjadi Rp 28.571 per kg, mengalami kenaikan sebesar 2,0 persen.

Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah bawang putih kating, yang pekan lalu dijual dengan harga Rp 44.571 per kg dan kini naik menjadi Rp 45.000 per kg, atau meningkat sebesar 1,0 persen. 

Kenaikan harga bahan pokok ini menuai keluhan dari masyarakat Metro. Para pedagang dan konsumen merasakan dampak langsung dari lonjakan harga ini, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya disertai dengan peningkatan kebutuhan pangan. 

"Setiap kali belanja ke pasar, harga selalu berubah-ubah. Terutama cabe merah, naiknya terlalu tinggi. Ini bikin pengeluaran makin besar, padahal pemasukan tetap," kata Uni Salmayanti (44) kepada awak media, Selasa (25/2/2024).

Hal senada disampaikan oleh Agus (34), seorang pedagang nasi uduk di Metro Pusat. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok ini membuatnya kesulitan untuk mempertahankan harga jual makanannya. 

"Kalau harga naik terus, saya terpaksa harus naikkan harga jual nasi uduk saya, Kalau nggak saya kurangi porsinya, tapi pelanggan banyak yang protes. Kalau begini terus, kami yang usaha kecil makin sulit bertahan," ucapnya.

Menanggapi kenaikan harga tersebut, Asisten II Setda Kota Metro, Yeri Ehwan, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan pemantauan terhadap harga di tingkat pengecer dan akan berupaya untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman. 

"Di tingkat pengecer, memang ada kenaikan harga cabe besar, cabe kecil, dan telur. Tapi kalau untuk beras, insya Allah masih stabil," kata Yeri. 

Ia menambahkan bahwa langkah utama pemerintah saat ini adalah memastikan stok tetap terjaga dan memberikan himbauan kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar. 

"Upaya yang kami lakukan dalam bentuk himbauan kepada pengecer agar tetap berjualan dengan kenaikan harga yang wajar," ujarnya. 

Namun, beberapa pihak menilai bahwa himbauan saja tidak cukup. Pemerintah daerah didorong untuk melakukan langkah konkret, seperti operasi pasar atau subsidi harga untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Menjelang Ramadhan, permintaan terhadap bahan pokok seperti cabe dan telur memang cenderung meningkat, yang akhirnya mendorong harga naik lebih cepat dari biasanya," tandasnya.

Kenaikan harga bahan pokok di Kota Metro menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama bagi pedagang kecil dan rumah tangga. Dengan harga yang terus meningkat, daya beli masyarakat berkurang, sementara pelaku usaha kecil terpaksa mencari cara untuk tetap bertahan.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan himbauan, tetapi juga mengambil langkah konkret, seperti operasi pasar murah atau intervensi harga, agar harga pangan bisa lebih stabil, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. (*)