Cegah Banjir, DKP3 Metro Usulkan Perbaikan Drainase Kebon Cengkeh

Kepala DKP3 Kota Metro, Heri Wiratno. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan
Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mengusulkan perbaikan saluran drainase
di wilayah Kebon Cengkeh hingga Hadimulyo Timur, Metro Pusat.
Usulan tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan
tersebut, terutama di lingkungan pertanian dan pemukiman warga.
Kepala DKP3 Kota Metro, Heri Wiratno, menyatakan bahwa perbaikan drainase
ini menjadi salah satu prioritas utama dalam program tahun 2025.
Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar, mengingat panjangnya saluran
yang perlu diperbaiki serta kondisi infrastruktur yang sudah mengalami
kerusakan di beberapa titik.
"Tahun 2025 ada prioritas yang menjadi usulan dinas, yaitu perbaikan
saluran drainase. Itu cukup berat karena panjang sekali, dari Kebon Cengkeh
sampai ke Hadimulyo Timur. Maka, perlu beberapa titik yang harus kita dukung
bersama, baik melalui Pokir DPRD maupun program pemerintah daerah,” kata Heri Wiratno
kepada awak media, Selasa (25/2/2025).
Namun, di balik upaya ini, muncul berbagai tantangan, mulai dari kondisi
drainase yang sudah lama tidak diperbaiki, kurangnya kesadaran masyarakat dalam
menjaga kebersihan saluran air, hingga persoalan anggaran dan pengawasan
proyek.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan DKP3, terdapat sekitar empat titik
kerusakan utama di saluran drainase Kebon Cengkeh. Selain itu, beberapa
gorong-gorong juga mengalami penyumbatan, yang menjadi salah satu faktor utama
penyebab banjir di kawasan tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan adanya sedimentasi lumpur dan sampah yang
menghambat aliran air, sehingga saat hujan deras, air meluap ke area pertanian
dan pemukiman warga.
“Untuk kerusakannya ada sekitar empat titik, lalu ada beberapa
gorong-gorong yang tersumbat. Itu yang menjadi salah satu penyebab munculnya
banjir di lingkungan pertanian,” ujarnya.
"Jika tidak segera diperbaiki, potensi banjir akan semakin besar,
terutama mengingat perubahan pola cuaca yang menyebabkan curah hujan semakin
tidak menentu," imbuhnya.
Selain faktor infrastruktur, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan
saluran drainase juga menjadi faktor krusial dalam mengatasi banjir.
DKP3 meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran
air, karena hal ini menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase.
"Kami mohon peran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan
di drainase,” tegas Heri Wiratno.
Namun, persoalan ini bukan hanya soal kesadaran individu, tetapi juga
terkait sistem pengelolaan sampah yang masih kurang efektif. Kurangnya
fasilitas tempat pembuangan sampah serta minimnya sanksi bagi pelanggar membuat
kebiasaan membuang sampah sembarangan sulit dihilangkan.
Pemerintah Kota Metro perlu melakukan edukasi lebih masif dan menyediakan
fasilitas yang memadai agar masyarakat memiliki solusi dalam membuang sampah
dengan benar. (*)
Berita Lainnya
-
DLH Metro Pangkas Pohon Tua di Bahu Jalan Protokol Antisipasi Tumbang
Rabu, 26 Februari 2025 -
Harga Empat Komoditas Pangan di Metro Naik, Cabe Merah Melonjak Paling Tinggi
Selasa, 25 Februari 2025 -
Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Monitoring Stok dan Harga Bahan Pangan di Metro
Selasa, 25 Februari 2025 -
Hari Pertama Ngantor, Wakil Walikota Metro Rafieq Cek Kerja Pegawai
Senin, 24 Februari 2025