Mahasiswa PKL di Bawaslu Lampung Tertembak Peluru Nyasar, Diduga dari Hotel Terdekat
Penampakan peluru dari senjata air soft gun yang mengenai mahasiswa PKL di Bawaslu Lampung, Rabu (28/8/2024). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Seorang mahasiswa yang sedang menjalani
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Bawaslu Lampung menjadi korban peluru
nyasar yang diduga berasal dari senjata air soft gun, Rabu (28/8/2024). Insiden
ini menyebabkan luka lecet di tangan kiri korban, yang hingga kini identitasnya
belum diketahui.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peluru tersebut berjenis gotri dan diperkirakan ditembakkan dari salah satu kamar hotel yang berdekatan dengan Kantor Bawaslu Lampung.
Kapolsek Sukarame, Kompol M. Rohmawan, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. "Benar, saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujarnya pada Kamis (29/8/2024).
Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, juga mengonfirmasi insiden tersebut. "Benar, kejadian ini terjadi kemarin siang, dan pihak kepolisian segera melakukan langkah penyelidikan," ungkapnya.
Meskipun insiden tersebut cukup mengejutkan, Iskardo memastikan bahwa aktivitas di Kantor Bawaslu Lampung berjalan seperti biasa. "Aktivitas di kantor dan pengawasan Pilkada tetap berjalan normal," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa korban hanya mengalami luka lecet, dan peluru gotri yang mengenai korban telah diidentifikasi oleh pihak berwenang. "Korban saat itu sedang duduk di depan ruangan salah satu Kabag, tiba-tiba peluru dari arah kamar hotel mengarah kepadanya," pungkas Iskardo. (*)
Berita Lainnya
-
Polresta Bandar Lampung Bentuk Jiwa Kepimpinan Generasi Muda Lewat Lokabhara Pramuka
Minggu, 15 Februari 2026 -
Komisi II DPRD Lampung Dukung Revitalisasi Tambak Dipasena, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 15 Februari 2026 -
Pabrik Tapioka PT SPM 2 Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar
Minggu, 15 Februari 2026 -
RSUD Abdul Moeloek Tetapkan Jadwal Pelayanan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama Imlek 2026
Minggu, 15 Februari 2026









