Kakanwil Puji Raharjo Sebut Indeks Kesalehan Umat Beragama Meningkat 5 Tahun Terakhir

Kakanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo saat menghadiri acara Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama yang diadakan di Kahai Beach Hotel, Lampung Selatan, pada Rabu (31/7/24). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji
Raharjo, mengungkapkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh
Kementerian Agama selama lima tahun terakhir. Salah satu indikator yang
menunjukkan keberhasilan ini adalah peningkatan indeks kesalehan umat beragama,
yang pada tahun 2019 tercatat sebesar 83,56 persen, meningkat menjadi 86,08
persen pada tahun 2024.
Hal ini disampaikan
oleh Kakanwil Puji Raharjo dalam acara Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama
yang diadakan di Kahai Beach Hotel, Lampung Selatan, pada Rabu (31/7/24). Acara
tersebut dihadiri oleh Ketua Pokja Moderasi Beragama Provinsi Lampung,
Marwansyah, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Selatan, Azhari.
Dalam paparannya,
Kakanwil Puji Raharjo menekankan pentingnya bagi setiap warga negara untuk
memahami konsep moderasi beragama. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan
negara yang masyarakatnya religius dan majemuk. Meskipun bukan negara agama,
kehidupan beragama sangat erat dan kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi.
"Menjaga
keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tantangan
setiap warga negara. Ada tiga urgensi mengapa pemahaman moderasi beragama
sangat penting bagi setiap warga negara," jelas Puji Raharjo.
Pertama, menurutnya,
berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang ekstrem yang
mengesampingkan martabat kemanusiaan. Hal ini perlu disikapi dengan memperkuat
esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat.
Kedua, berkembangnya
klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta
pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang berpotensi memicu konflik. Ini
perlu disikapi dengan mengelola keragaman tafsir keagamaan dan mencerdaskan
kehidupan keberagaman.
Ketiga, berkembangnya
semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai
NKRI. Untuk menyikapi hal ini, penting untuk merawat keindonesiaan.
Lebih lanjut, Kakanwil
menegaskan bahwa pemahaman konsep moderasi beragama bukan untuk memoderasi
agama itu sendiri, melainkan untuk memoderasi cara kita memahami dan
mengamalkan ajaran agama dalam konteks kehidupan bersama di tengah masyarakat
yang majemuk.
"Moderasi
Beragama ini merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik di
tingkat lokal, nasional, regional, maupun global. Moderasi Beragama merupakan
cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan
mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan
membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati
konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa," pungkasnya.
Sebelumnya, Alifah,
Ketua Tim Humas dan KUB, melaporkan bahwa kegiatan Sosialisasi PMB Tahun 2024
ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung di
Kahai Beach Hotel, Lampung Selatan.
Acara ini berlangsung
dari Rabu 31 Juli hingga Kamis 01 Agustus 2024, diikuti oleh 50 peserta yang
terdiri dari ASN di Lingkungan Kemenag Kabupaten Lampung Selatan, tokoh agama,
tokoh pemuda, serta perwakilan dari Kesbangpol dan Kesra. (**)
Berita Lainnya
-
Layanan Telekomunikasi di Tegineneng dan Sekitarnya Kembali Normal Pasca Vandalisme Kabel Optik
Jumat, 03 Januari 2025 -
Pemkab Lampung Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Persiapan Pilkada Serentak 2024
Senin, 25 November 2024 -
Peringati Hari Pahlawan, Pjs Bupati Lamtim Ingatkan Generasi Muda Meneladani Semangat Perjuangan Pahlawan
Senin, 11 November 2024 -
Sambut Hari Pahlawan, PLN Lampung Dorong Pengarusutamaan Gender melalui Workshop Srikandi PLN Berdaya dan Berkarya Untuk Negeri
Sabtu, 09 November 2024