Sempat Lolos, Polisi Akhirnya Tangkap Buruh Gasak Motor Petani di Lampung Tengah
Pelaku dan barang bukti saat diamankan di Mapolsek Seputih Mataram. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Seorang buruh tebang tebu nekat menggasak sepeda motor petani tebu di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, pada Selasa (2/7/2024).
Pelaku berinisial STW (30) terekam CCTV mencuri motor milik Purnomo (48) di depan Bedeng Kontrak Divisi 4 PT. GMP Kampung Mataram Udik, pada Selasa (2/7/2024) lalu.
Kapolres Lampung Tengah, Polda Lampung AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M, melalui Kapolsek Seputih Mataram Iptu Sunarto, S.H mengatakan, pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek setempat.
"Awalnya STW berhasil kabur dari petugas penjaga dan lolos dari portal. Namun pelaku tertangkap kamera CCTV dan berhasil dibekuk petugas," kata Sunarto, saat memberikan keterangan, Rabu (10/7/2024) siang.
Sunarto menjelaskan, kronologi pencurian bermula saat korban terbangun pukul 04.30 WIB.
Sebelum dicuri, lanjut Kapolsek, korban memarkinkan motor Yamaha R15, Nomor Plat F 3369 FDH di depan rumah bedengnya.
Namun, saat korban melihat ke luar rumah, motornya sudah tidak ada. Korban pun langsung berlari mencari pos penjagaan untuk melihat rekaman CCTV.
"Melalui CCTV tersebut, nampak pelaku keluar areal perusahaan jam 02.08 WIB dengan ciri - ciri celana jeans panjang warna gelap, kaos lengan pendek warna hitam, menggunakan jaket levis dengan lengan kiri ada lis merah, tinggi sekitar 168 cm, rambut hitam lurus," ujarnya.
Kapolsek melanjutkan, berdasarkan laporan korban dan barang bukti rekaman CCTV, Polisi berhasil membekuk STW.
Dari hasil pemeriksaan, STW adalah buruh tebang tebu PT GMP asal Dusun 4 Purwo Asri, Rt/Rw 003/004, Kampung Komering Putih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.
Kini, STW berikut barang bukti berupa motor curian dan pakaian yang ia pakai saat menjalankan aksinya telah diamankan di Mapolsek Seputih Mataram guna penyidikan lebih lanjut.
"Pelaku dijerat kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
KPK Usut Penghasilan Lain Bupati Lampung Tengah Ardito
Selasa, 10 Februari 2026 -
Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Simpang Agung, Ni Ketut Dewi Nadi Tekankan Persatuan
Senin, 09 Februari 2026 -
Terpilih Aklamasi, Musa Ahmad Kembali Pimpin Golkar Lampung Tengah
Sabtu, 07 Februari 2026 -
Janji Uang Gaib Berujung Meja Hijau, Dukun Palsu di Lamteng Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Sabtu, 07 Februari 2026









