• Senin, 15 Juli 2024

8.704 Gen Z di Lampung Barat Pengangguran

Selasa, 09 Juli 2024 - 08.57 WIB
85

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat, Nasrullah Arsyad. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat mencatat 8.704 generasi Z atau Gen Z belum memiliki pekerja alias nganggur, jumlah tersebut merupakan 71,88 persen dari total angka pengangguran terbuka di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

Kepala BPS Lampung Barat, Nasrullah Arsyad mengatakan, saat ini persentase angka pengangguran masih di dominasi Gen Z, sedangkan untuk total angka pengangguran terbuka di Lampung Barat sebanyak 12.109 orang.

"Jika di persentase keseluruhan di Lampung angka pengangguran terbuka di Lampung Barat hanya 2,25 persen angka ini paling rendah dibanding 14 kabupaten kota lain," kata dia kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (9/7/2024).

Ia menjelaskan, Gen Z kelompok Gen Z merupakan orang yang lahir dalam rentan tahun 1997 hingga 2012 atau memiliki usia 15 hingga 28 tahun, selain kelompok Gen Z kelompok Gen Y atau milenial juga menyumbang angka pengangguran.

"Generasi Y atau millenial lahir direntang 1981 hingga 1996 dan generasi X tahun 1965 hingga 1980, kelompok tersebut juga ikut menyumbangkan angka pengangguran meski tidak signifikan dibanding Gen Z," sambungnya.

Ia menambahkan, jika di persentase angka pengangguran generasi millenial tercatat sebanyak 1.771 orang atau 14,63 persen, sedangkan generasi X 1.634 orang atau 13,49 persen, sehingga secara keseluruhan masih di dominasi Gen Z.

Nasrullah Arsyad mengatakan ada beberapa faktor yang membuat Gen Z belum memiliki pekerjaan atau susah mencari kerja saat ini, faktor-faktor tersebut berdasarkan hasil analisa dan survey yang dilakukan BPS Lampung Barat.

"Hasil survey kenapa tinggi salah satunya karena lapangan kerja di sektor formal di Lampung Barat turun atau menyempit,

lalu Gen Z cenderung menempuh pendidikan yang lebih lama sehingga Gen Z lebih selektif memilih pekerjaan," ujarnya.

Nasrullah menilai, semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin selektif orang tersebut memilih pekerjaan, sehingga hal tersebut ikut mempengaruhi banyak nya angka pengangguran di kalangan Gen Z saat ini.

Selain beberapa faktor tersebut tidak sinkronnya keterampilan dan permintaan tenaga kerja juga menjadi faktor, Ia menambahkan, akan ada dampak yang ditimbulkan jika melihat kondisi angka pengangguran Gen Z yang tinggi.

"Salah satu dampak sosial seperti kriminalitas, penurunan produktivias ekonomi, hal itu disebabkan karena potensi tenaga kerja tidak dimanfaatkan sepenuhnya, bahkan bisa berdampak ke mental dan emosional," pungkasnya. (*)