• Sabtu, 20 Juli 2024

Waspada, Tiga Daerah di Lampung Ini Rawan Terjadi Gempa Bumi

Kamis, 20 Juni 2024 - 14.32 WIB
85

Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat setidaknya terdapat tiga daerah di Lampung yang memiliki potensi tinggi terjadinya bencana alam gempa bumi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung, Joni Toyib mengatakan, jika ketiga daerah tersebut ialah Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat dan sebagian kecil daerah di Tanggamus.

"Daerah rawan gempa itu Lampung Barat, Pesisir Barat dan sebagian kecil Tanggamus. Daerah itu memiliki potensi gempa bumi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (20/6/2024).

Ia mengatakan jika alasan yang menjadikan ketiga daerah tersebut rentan terjadi gempa bumi lantaran ketiganya dilewati sesar bukit barisan yang membentang dari ujung Sumatera hingga Aceh.

"Kalau kita lihat peta Sumatera yang warna kuning menuju oranye itu berada disisi bawah. Disisi selatan pulau sumatera terdapat jajaran bukit barisan dan tumpukan lempeng benua antara benua Indo Australi dengan lempeng Eurasia," paparnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan jika terdapat beberapa daerah lainnya di Lampung yang rawan terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor hingga puting beliung.

"Daerah rawan bencana tersebar di kabupaten/kota se Provinsi Lampung. Tapi secara umum dapat kita waspadai, kalau banjir sendiri ada didaerah aliran sungai maupun daerah rawa," jelasnya.

Daerah tersebut seperti Kabupaten Tulang Bawang, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Bandar Lampung hingga Lampung Selatan.

"Itu semua adalah daerah yang berpotensi mengalami banjir. Sementara kalau bencana puting beliung tersebar juga di beberapa tempat seperti Lampung Selatan dan Way Kanan," tambahnya.

Ia juga mengatakan jika bencana alam yang juga harus diwaspadai adalah tanah longsor yang biasanya terjadi bersamaan dengan musim hujan.

"Bencana lain yang patut kita waspadai juga adalah tanah longsor yang mengikuti bencana banjir. Ini banyak terjadi di Lampung Barat dan juga Pesisir Barat," terangnya.

Ia mengatakan jika pihak nya terus melakukan persiapan guna menghadapi terjadi nya bencana alam yang berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota di Lampung.

"Kita juga punya pusdalops yang bekerja 24 jam yang juga terkoneksi dengan jaringan milik pusdalops kabupaten/kota. Jadi perkembangan lingkungan dan cuaca kami pantau terus," katanya.

Selain itu pihak nya juga bekerjasama dan  berkoordinasi dengan BMKG yang memberikan update peringatan dini cuaca secara real time.

"Peringatan dini atau prakiraan cuaca kedepan yang dikeluarkan oleh BMKG akan menjadi panduan bagi kita untuk memberikan alarm sistem kepada teman-temen untuk waspada terhadap pergerakan dan perubahan cuaca," sambungnya.

Menurut nya jika sudah turun hujan yang berlangsung antara 3 hingga 4 hari maka pihak nya harus waspada karena beresiko menimbulkan bencana banjir.

"Kita juga siapkan bantuan logistik untuk wilayah yang terkena bencana. Tentu ada intervensi hal-hal yang dibutuhkan masyarakat termasuk kebutuhan sehari-hari seperti pangan," tutupnya. (*)