• Senin, 15 Juli 2024

Puluhan Siswa SMP IMBOS Pringsewu Keracunan Makanan dari Katering, Pihak Sekolah Dituding Lamban Dalam Penanganan

Rabu, 05 Juni 2024 - 14.12 WIB
538

Yayasan Imbos Pringsewu. Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Pringsewu - Puluhan pelajar SMP Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang diantar salah satu wali murid yang anaknya sedang berulang tahun, Sabtu (1/6/2024).

Dari informasi yang dihimpun, selain puluhan siswa, pengasuh asrama (ustadzah) yang ikut menyatap makanan juga mengalami keracunan dan para korban menjalani perawatan di RS Mitra Husada dan RSUD Pringsewu dan sebagian korban lainnya berobat jalan.

Menurut cerita salah satu wali siswa, anaknya bersama siswa kelas II SMP IMBOS lainnya menyantap makanan ayam bakar dari katering Pawon Solo yang dikirim oleh salah satu wali siswa yang kebetulan anaknya sedang ber ulang tahun, Sabtu (1/6/2024) siang. 

"Malamnya hingga Minggu 2 Juni 2024 subuh anak saya mengalami pusing diare, mual, sampai 8 kali diare," ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (5/6/2024).

Dia mengaku sempat kaget setelah mengetahui beberapa siswa telah dijemput oleh wali murid. "Kami dikabari ustadzah (pengasuh asrama) dan saat saya tanya kenapa belum diambil tindakan, katanya kejadian belum 1 kali 24 jam sesuai dengan SOP," ujarnya.

Karena khawatir dengan kondisi anaknya, akhirnya ia menghubungi pihak Dinas Pendidikan Pringsewu. Dan Minggu sekitar pukul 21.00 WIB, dia dikirm foto kalau anaknya  sudah berada di IGD salah satu Rumah Sakit.

"Awal masuk Rumah Sakit anak saya sempat terkatung-katung karena harus menunggu dikirim NIK dan Kartu BPJS, ini kurang fair kalau pembiayaan RS pakai BPJS, harusnya ada kompensasi dari pihak terkait," paparnya.

Dia juga mengaku kecewa karena pihak sekolah terkesan lamban untuk memberi informasi. "Sebaiknya ada komunikasi yang baik dari pihak sekolah apalagi ini menyangkut anak yang sakit," timpalnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu, Titik Puji lestarai, mengaku belum mendapat informasi tersebut. "Pada hal hari Senin kemarin saya ketemu dengan guru-guru SMP IMBOS tapi mereka tidak cerita, terimakasih informasinya nanti saya koordinasi dengan Kabid Dikdas," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu, Hj Mastuah mengatakan, pihaknya belum mendapat laporam terkait keracunan massal di IMBOS Pringsewu.

"Belum ada laporan kebetulam saya masih DL di Yogjakarta, nanti saya konfirmasi dulu dengan pihak pihak terkait," ujarnya.

Kendati demikian jika hal itu benar, Mastuah menyesalkan pihak sekolah yang terkesan kurang cepat tanggap dalam mengambil tindakan.

"Sebaiknya tidak harus menunggu 24 jam apalagi kalau anak anak sudah diare berkali kali," imbuhnya.

Dkonfirmasi terpisah, Ketua yayasan Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Heru Novendi menyarankan agar mengkonfirmasi direktur (Masrur).

"Saya sedang ada keperluan dan hp lowbet ke direktur saja ya," kata Heru lewat pesan WhatsApp.

Direktur Pompes IMBOS Pringsewu Masrur membenarkan ada sekitar 28 orang yang mengalami keracunan termasuk ustazah. Namun dia membantah jika pihak sekolah lamban dalam penanganan.

"Setelah mengetahui ada beberapa siswa yang mengalami gejala mual pusing dan diare, tim medis kami yang berjumlah 4 orang langsung keliling untuk memberi penanganan," kata Masrur

Namun hingga Migggu paginya, lanjut Masrur,  jumlah siswa yang mengalami gejala yang sama semakin bertambah.

"Karena jumlahnya tambah banyak kami putuskan membawa ke dokter dan ada beberapa siswa yang di jemput wali murid saat ini sebagian siswa sudah kembali ke Pondok," ujar Masrur. (*)