• Senin, 15 Juli 2024

WSL Krui Pro 2024 Resmi Dibuka, Atlet Selancar Asal Jepang Kena Sabetan Sirip Ikan

Selasa, 28 Mei 2024 - 12.41 WIB
100

Seorang atlet surfing peserta world surf league (WSL) Krui Pro QS 5000 yang terluka akibat sabetan sirip ikan pada sesi latihan di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan. Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Seorang atlet surfing peserta world surf league (WSL) Krui Pro QS 5000 terluka akibat sabetan sirip ikan pada sesi latihan di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, tim medis Bidokkes Polda Lampung sigap berikan pengobatan pertama.

Berdasarkan informasi yang diterima Kupastuntas.co, peristiwa tersebut dialami peselancar asal Jepang, Thenshii Iwani pada Selasa (28/5/2024) sekitar pukul 07.00 WIB di arena perlombaan selancar internasional.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah mengatakan, kejadian itu baru diketahui usai atlet tersebut selesai berselancar.

"Kaki atlet itu terkena sirip ikan sehingga mengalami luka," kata Umi, saat memberikan keterangan.

Mendapat laporan tersebut, personel Dirpamobvit Polda Lampung Aiptu Cahyani bersama personel Polres Pesisir Barat Ipda Jepri langsung menemui sang atlet untuk memberikan pertolongan pertama terhadap luka yang dialami.

Dari pemeriksaan, luka sabetan sirip ikan itu mengenai pergelangan kaki kanan atlet Thensii itu.

Sedangkan dari keterangan atlet, dia sempat merasakan kakinya terluka saat menunggu ombak, awalnya luka itu tidak dihiraukan.

Tetapi saat kembali ke pantai, luka tersebut ternyata cukup menyakitkan hingga membuatnya sedikit terpincang menahan sakit.

"Situasi aman terkendali, dilakukan pertolongan pertama oleh personel Bidokkes dan panitia," kata Umi.

Untuk diketahui, penyelenggaraan World Surfing League (WSL) Krui Pro QS 5000 resmi digelar hari ini, Selasa (28/5/2024) di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan.

Aparat kepolisian mulai menggelar operasi tuhuk krakatau 2024 dimulai dengan apel gelar pasukan di Polres Pesisir Barat.

Operasi ini dilakukan untuk mengamankan gelaran WSL Krui Pro selama 8 hari kedepan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika melalui Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Ardiansyah Daulay, mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan Ops Tuhuk Krakatau 2024.

"Kegiatan ini juga wujud nyata sinergitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan dan mensukseskan WSL QS 5000 dan JSQ," kata Daulay, Senin (27/5/2024).

Ada lebih dari 265 peselancar mancanegara dari 19 negara ikut mengadu kebolehan dalam kejuaraan tersebut, mereka memperebutkan juara selancar terbaik kelas dunia yang diselenggarakan setiap tahun tersebut.

Ia menambahkan, Ops Tuhuk Krakatau 2024 sangat penting posisinya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap citra Indonesia, khususnya Lampung dan Kabupaten Pesisir Barat di mata dunia.

"Polda Lampung dan Polres/Polresta jajaran siap mem-back up Polres Pesisir Barat serta adanya BKO Mabes Polri dan TNI untuk mendukung pelaksanaan Ops Tuhuk Krakatau 2024," imbuhnya.

Ops Tuhuk Krakatau 2024 yang digelar selama 8 hari  mulai 28 Mei - 4 Juni mendatang ini mengedepankan deteksi, preventif, gakkum, banops dan security officer. (*)