Polres Way Kanan Olah TKP Wahana Pasar Malam yang Roboh, Ditemukan 12 Patahan Baut Berkarat

Polres Way Kanan saat olah TKP wahana ontang-anting di pasar malam yang roboh. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Way Kanan - Satreskrim Polres Way Kanan
melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wahana ontang-anting di pasar
malam Baradatu yang roboh pada Senin (27/5/2024) malam.
Dari hasil olah TKP, Indonesia Automatic Finger Print Indentification System (INAFIS) Satreskrim Polres Way Kanan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga menjadi penyebab robohnya wahana ontang-anting tersebut.
"Dari hasil olah TKP, ditemukan 12 buah patahan baut kecil yang berkarat, 1 buah baut panjang, penutup rumah petrik dalam keadaan berhamburan, bercak darah pada tiang kursi wahana, besi prapatan sebanyak 2 lepas dari tempat dudukannya," papar Kapolres Way Kanan AKBP Pratomo Widodo. Selasa (28/5/24).
Ia juga menyebutkan, ditemukan kondisi wahana dalam keadaan roboh dan 1 buah batang besi akar dalam keadaan patah. Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut.
"Namun kami belum bisa mengungkapkan lebih jauh, ini masih melakukan pengembangan untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Kapolres mengatakan, pihaknya akan menutup wahana tersebut untuk sementara waktu.
"Untuk kepentingan penyelidikan, Polres Way Kanan telah menutup arena dengan police line dan dilakukan pemeriksaan terhadap para pihak dan arena akan ditutup sementara sampai selesai pemeriksaan," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
KPU Way Kanan: Efisiensi Anggaran Tak Terlalu Berdampak
Selasa, 25 Februari 2025 -
Sambangi KPU, Adipati Surya Pamit Purna Tugas sebagai Bupati Way Kanan
Senin, 24 Februari 2025 -
Efisiensi Anggaran, Bawaslu Way Kanan: Pengawasan Pemilu Tetap Optimal dengan Digitalisasi dan Pemanfaatan Teknologi
Minggu, 16 Februari 2025 -
Polisi Tangkap Residivis Bandar Narkotika Jaringan Antarprovinsi di Way Kanan
Minggu, 16 Februari 2025