• Rabu, 26 Juni 2024

LCW Kritisi Gelaran Pekan Raya Lampung 2024

Kamis, 23 Mei 2024 - 10.12 WIB
127

Pekan Raya Lampung (PRL). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lampung Corruption Watch (LCW) mengkritisi dan menyatakan keprihatinannya terhadap gelaran Pekan Raya Lampung (PRL) tahun 2024, di Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Ketua LCW Juendi Leksa Utama mengatakan, beberapa tahun terakhir gelaran PRL telah menjadi sorotan utama dan disertai dengan protes dari warga Lampung. Salah satu permasalahan utama yang selalu muncul adalah mahalnya harga tiket masuk.

LCW mencatat, panitia penyelenggara PRL dalam beberapa tahun belakangan ini tidak lagi ditangani oleh pemerintah provinsi Lampung, melainkan oleh pihak ketiga.

Alasan yang disampaikan pihak Pemerintah Provinsi Lampung adalah karena keterbatasan anggaran, sehingga diserahkan kepada pihak ketiga untuk ditangani.

Namun, keputusan ini menuai kecaman dari masyarakat, yang menganggap bahwa mahalnya biaya tiket masuk membuat acara ini terasa lebih seperti bisnis daripada pesta rakyat yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

“Tidak semua warga Lampung mampu menikmati Pekan Raya Lampung, yang seharusnya menjadi kesempatan untuk merayakan kemajuan daerah dan melihat perkembangan pembangunan,” ujarnya, dikutip dari tintainformasicom. Kamis (23/5/24).

Harga tiket yang tidak terjangkau telah mengesampingkan sebagian besar masyarakat, yang menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dalam melaksanakan acara ini sebagai pesta rakyat yang inklusif.

LCW mendesak pemerintah provinsi Lampung mempertimbangkan ulang strategi penyelenggaraan PRL, agar lebih inklusif dan memperhatikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat Lampung.

Sementara banyaknya pedagang kaki lima juga membuat sempitnya lalulintas jalan menuju pintu Gerbang masuk kawasan PKOR.

Hal itu diduga salah satu pemicu terjadi kesemerawutan kendaraan serta pengunjung pejalan kaki yang akan menuju area Pekan Raya Lampung, ditambah lagi minimnya Petugas yang mengatur lalulintas.

Kondisi yang sama juga terjadi pada Gerbang masuk melalui Jalan Soekarno – Hatta (Baypass), karena pintu gerbang hanya berjarak kurang lebih dua puluh meter dari badan jalan Soekarno – Hatta, maka otomatis terjadi penumpukan kendaraan sehingga laju kendaraan Jalinsum menjadi tersendat.

Kejadian ini menandakan bahwa perencanaan dan skenario yang disusun oleh pihak Event Organizer (EO) selaku pelaksana kegiatan tidak dilakukan secara maksimal.

EO diduga hanya terfokus merancang penetapan harga tiket masuk pengunjung tanpa memperhatikan kenyamanan pengunjung yang akan menikmati Pekan Raya ini.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi resmi membuka perayaan Pekan Raya Lampung 2024 di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung, Rabu (22/5/2024).

Dalam sambutannya Arinal Djunaidi mengatakan, perayaan PRL 2024 merupakan kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun Provinsi Lampung yang ke-60.

Namun dalam gelaran tersebut, sejumlah pengunjung juga keluhkan ketidak ketersediaan tempat parkir hingga terpaksa parkir di ruas jalan tanpa tertata dengan baik.

Dari pantauan kupastuntas.co di lokasi Rabu (22/5/2024) malam, parkiran PRL 2024 tidak lagi disediakan di dalam lingkungan PKOR, namun hanya disediakan di luar lingkungan saja.

Seperti yang disampaikan salah satu pengunjung, Nasrul mengatakan, dengan tidak disediakan parkiran didalam lingkungan PKOR Way Halim tentu menjadi hal yang dikeluhkan lantaran keadaan parkir saat ini tidak tertata.

"Kita berkaca dari kegiatan sebelumnya (PRL), meskipun parkiran masih disediakan didalam lingkungan PKOR, masih menimbulkan permasalahan seperti parkir liar yang dilakukan oleh warga setempat bahkan menjalar hingga ke bahu jalan," kata Nasrul, saat dimintai keterangan. (*)