• Rabu, 26 Juni 2024

Jembatan Penghubung di Negeri Ratu Lambar Amblas, Warga Tiga Pemangku Sempat Terisolir

Kamis, 23 Mei 2024 - 13.25 WIB
342

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Akibat hujan deras yang terjadi disebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat menyebabkan jembatan penghubung yang berada di Pekon (Desa) Negeri Ratu, Kecamatan Batu Brak, putus, akibatnya masyarakat di tiga pemangku terisolir.

Berdasarkan video berdurasi 44 detik yang diterima Kupastuntas.co seorang warga menunjukkan kondisi jembatan penghubung menuju salah satu destinasi wisata di Lampung Barat yakni bukit bawang bakung amblas.

"Jembatan Way Tutung penghubung wisata bawang bakung ambrol, tiga pemangku yang ada di bawang bakung dan way seluang terisolasi, kalau mau lewat terpaksa harus memutar lewat landos dan way salang," kata seorang pria dalam video.

Dalam video tersebut juga seorang pria meminta agar Pj Bupati Lampung Barat Nukman memberikan perhatian dan menindaklanjuti persoalan itu. "Mohon perhatian nya pak Pj Bupati, Dinas terkait PUPR kami laporkan," sambungnya.

Camat Batu Brak, Ruspel Gultom membenarkan hal tersebut, ia mengatakan amblasnya jembatan tersebut disebabkan hujan deras yang terjadi pada Rabu (22/5/2024), namun ia belum mengetahui persis kondisi jembatan saat ini.

"Benar kejadian nya akibat hujan deras yang terjadi kemarin, namun saya belum mengetahui persis kondisi jembatan saat ini karena sedang menghadiri undangan pembukaan PRL di Bandar Lampung," kata Ruspel saat dikonfirmasi, Kamis (23/5/2024).

Sementara itu Samsi masyarakat setempat yang mengetahui hal tersebut mengatakan peristiwa amblas nya jembatan tersebut terjadi pada Rabu (Rabu (22/5/2024) antara magrib hingga isya setelah hujan deras terjadi.

"Iya benar kejadian nya antara magrib, dan isa di pemangku 1 pekon negeri ratu, jalan tersebut penghubung wisata gerdai bawang bakung akses jalan tersebut sempat lumpuh total," kata Samsi saat dihubungi Kupastuntas.co.

Ia mengatakan, untuk menghubungkan akses penghubung tersebut masyarakat sempat bergotong royong agar kendaraan roda dua bisa melintas sebagai upaya penanganan darurat dengan memasang sejumlah batang pohon.

"(Untuk penanganan darurat) barusan selesai masyarakat gotong royong agar bisa dilalui kendaraan roda dua, namun untuk kendaraan roda empat belum bisa melintas karena masih berupa penanganan darurat," imbuhnya.

Ia berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan terkait amblasnya jembatan tersebut dan melakukan penanganan agar jembatan penghubung bisa kembali dilalui pengendara karena ruas jalan itu akses penghubung 3 pemangku.

"Kami berharap agar dinas terkait dapat meninjau lokasi tersebut dan segera diperbaiki karena ada tiga pemangku yang terisolir, dan jalan tersebut merupakan satu-satunya nya jalan yang dilalui menuju wisata gerday bawang bakung," tandasnya. (*)