• Rabu, 26 Juni 2024

Drone Agriculture Karya Mahasiswa Universitas Teknokrat Bantu Petani di Lamtim

Rabu, 22 Mei 2024 - 11.10 WIB
1.1k

Firman Fahrodin mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memperkenalkan Drone agriculture kepada petani di Lamtim. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Drone agriculture inisiasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Firman Fahrodin, sukses melaksanakan flight test (uji coba) penerbangan drone pertanian untuk penyemprotan gulma di area sawah petani jaya.

Ini bertujuan untuk persiapan lahan sebelum proses penanaman padi. Skripsi karya inovatif Firman ini telah diserahterimakan bagi petani di Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, Selasa, (21/5/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dusun Eko Hermanto dan Sumeri serta dosen pembimbing Jaka Persada Sembiring, M.Cs.

Firman berharap, dengan adanya teknologi ini, petani dapat mempercepat proses penyiraman pupuk menjadi 30 menit yang sebelumnya dua jam dengan medan yang sulit.

Firman mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Rektor, dan Dekan FTIK atas dukungan yang telah diberikan.

Jaka Jaka Persada Sembiring, M.Cs. menjelaskan, drone pertanian (agrikultur) adalah pesawat tanpa awak yang digunakan dalam pertanian untuk pemantauan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman.

Drone Agriculture FY690S Spraying membutuhkan spesifikasi elektrik yang tinggi dengan torsi yang tinggi karena yang digunakan untuk mengangkat cairan pestisida.

Drone yang digunakan mampu mengangkat payload seberat 1,5mL cairan pestisida dan bisa dikendalikan dengan menggunakan perangkat komputer maupun handphone yang terinstal software Mission Planner agar jelajah terbang dapat diatur pada area yang dibutuhkan dan bisa diawasi secara real-time.

Untuk pengoperasian drone secara otomatis atau tanpa kontrol manual lagi dari pilot. Adapun pengoperasian drone dan untuk membuat jalur terbang (waypoint) dengan menggunakan software mission planner.

Dalam sistem drone dilengkapi hardware Water Pump yang terdapat pada rangkaian sebagai settingan kebutuhan penyemprotan cairan pestisida sesuai kebutuhan lahan yang akan disemprot.

Rangkaian ini dibuat menggunakan mikrokontroler Arduino Pro Mini. Arduino Pro Mini Merupakan komponen utama dari pembuatan model penyemprotan yang memiliki fungsi sebagai otak pertama pada rangkaian yang digunakan untuk pemrograman data-data sensor water flow.

Rangkaian ini bisa digunakan apa saja, seperti mengirimkan sinyal indikator baterai, pengontrolan kebutuhan penyemprotan cairan pestisida dan indikator output pestisida, yang dikirimkan melalui modul NRF24l01 radio control dari drone ke Ground Control Stations (GCS).

Adapun nozzle yang digunakan memiliki diameter 6 mm yang digunakan peneliti dengan ukuran lobang 0,05 mm dengan menggunakan 2 nozzle yang terpasang di bagian kanan dan kiri tangki yang masing masing dipasang satu nozzle.

Penggunaan drone sprayer dalam pertanian memiliki berbagai keunggulan yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keselamatan dalam praktik pertanian:

1. Efisiensi dan Kecepatan:

Drone sprayer dapat menyemprot area pertanian dengan cepat dan efisien dibandingkan dengan metode tradisional seperti penyemprotan manual pump serta dapat menutupi area yang luas dalam waktu singkat, menghemat waktu dan tenaga kerja.

2. Penggunaan Bahan yang Efisien:

Drone sprayer dilengkapi dengan teknologi presisi tinggi yang memungkinkan penyemprotan yang akurat, mengurangi pemborosan bahan kimia, Penyemprotan yang lebih tepat juga dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan dengan menghindari penggunaan bahan kimia yang berlebihan

3. Mengurangi Paparan Risiko bagi Pekerja:

Penggunaan drone mengurangi paparan langsung pekerja terhadap bahan kimia berbahaya, meningkatkan keselamatan kerja

4. Hemat Biaya:

Meskipun investasi awal untuk membeli drone sprayer mungkin tinggi, biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang bisa lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional, Pengurangan penggunaan bahan kimia dan tenaga kerja juga dapat mengurangi biaya secara keseluruhan.

Penggunaan prototipe modul penyemprotan pestisida pada drone Hexacopter terbukti bahwa hasilnya lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan penyemprotan secara manual pump, sehingga proses penyemprotan bisa lebih cepat dan aman dari penggunaan bahan-bahan kimia oleh petani jaya.

Untuk model penyemprotan pestisida dengan menggunakan microcontroller arduino pro mini dapat berjalan dengan baik secara otomatis berdasarkan titik koordinat yang dibuat pada drone dengan menggunakan software Mission Planner.

Drone hexacopter yang telah dibuat dengan dilengkapi modul penyemprotan pestisida pada lahan persawahan dengan luas aera 30×50 m dapat diselesaikan dalam jangkauan waktu 33,6 menit (0,56 jam), proses penyemprotan tersebut dikatakan lebih cepat dari penyemprotan secara manual pump, lama penyemprotan adalah 3,5 jam.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik inovasi bagi petani ini. Ia berharap lebih banyak karya mahasiswa Teknokrat yang bisa diaplikasikan dalam kegiatan pertanian di Lampung. (**)