• Rabu, 26 Juni 2024

Calon Kepala Daerah di Way Kanan, Tuba dan Metro Ikuti Fit And Proper Test di DPD PDI Perjuangan Lampung

Selasa, 21 Mei 2024 - 13.27 WIB
62

Tim penjaringan bakal Cakada DPD PDI Perjuangan Lampung melakukan fit and proper test kepada Cakada dari Kabupaten Tulang Bawang, Waykanan dan Metro, Selasa, (21/5/2024). Foto: Yudha/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tim penjaringan bakal calon kepala daerah (Cakada) DPD PDI Perjuangan Lampung melakukan fit and proper test kepada Cakada dari Kabupaten Tulang Bawang, Waykanan dan Metro. Selasa, (21/5/2024).

Ketua tim penjaringan bakal Cakada DPD PDI Perjuangan Lampung, Watoni Noerdin merincikan, dari Kabupaten Tulang Bawang itu sebanyak 13 Cakada, kemudian Kota Metro 4 cakada, dan Kabupaten Waykanan itu terdapat 3 Cakada.

Anggota DPRD provinsi Lampung ini menjelaskan, pihaknya melakukan fit and proper test tersebut untuk mengetahui profil bakal Cakada sebelum dilakukan fit and proper test di DPP PDI Perjuangan.

"Fit and proper test itu memang domainnya dari DPC PDI Perjuangan. Kami berkonsultasi dengan DPP PDI Perjuangan dan sekretaris DPD PDI Perjuangan untuk didalami disini," kata Watoni saat dimintai keterangan.

"Supaya DPP PDI Perjuangan melakukan fit and proper test sudah mendapatkan gambaran dari masing-masing sosok itu yang diinginkan," sambungnya.

Watoni menjelaskan, proses fit and proper test tersebut dimulai pada hari ini dan akan dijeda mulai besok, dan dilanjutkan kembali pada 27 Mei 2024.

"Besok kami berangkat semua ke Jakarta dalam rangka bimtek dan rakernas, jadi pada tanggal 27 Mei itu akan kami mulai kembali," tuturnya.

Watoni menegaskan, fit and proper test itu wajib bagi setiap bakal Cakada yang mendaftar melalui partai banteng.

"Wajib kita akan mengetahui siapa sosok mereka ini, jadi wajib. Kalau sudah dimintai hadir tidak mau, ya perlu dipertanyakan komitmen dan keseriusannya," tegasnya.

Apabila terdapat bakal Cakada yang tidak mengikuti proses fit and proper test partai besutan Megawati itu kata Watoni, maka akan tetap diserahkan kepada DPP PDI Perjuangan.

"Kalau tidak mengikuti fit and proper test tetap dibawa ke DPP PDI Perjuangan, tapi ya akan diberikan catatan khusus," tutupnya. (*)