• Rabu, 26 Juni 2024

Rumah Semi Permanen di Air Hitam Lambar Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai 100 Juta

Senin, 20 Mei 2024 - 14.01 WIB
141

Tampak rumah warga Pemangku Margoyoso 2, Pekon (Desa) Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam ludes terbakar. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Disebabkan korsleting arus pendek listrik, sebuah rumah milik Suti (75) warga Pemangku Margoyoso 2, Pekon (Desa) Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam ludes terbakar, kerugian ditaksir mencapai 100 juta lebih.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP Damkar) Lampung Barat Haiza Rinsa melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Yudi Harianto mengatakan peristiwa itu terjadi Senin (20/5/24) sekitar pukul 10:30 WIB.

Yudi menjelaskan awalnya terlihat percikan api yang disebabkan korsleting arus pendek listrik di salah satu bagian rumah korban, karena kondisi rumah korban yang terbuat dari kayu api yang keluar langsung merembet.

Melihat api semakin membesar kemudian warga langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak tekait, mendapat laporan tersebut anggota pemadam kebakaran dari UPT Way Tenong langsung menuju lokasi membantu padamkan api.

Petuga pemadam kebakaran dibantu Bhabinsa, Babinkatibmas serta di bantu oleh aparatur pekon dan masyarakat berusaha memadamkan api, api baru berhasil di padamkan setelah 30 menit tim gabungan berjibaku menjinakkan api.

"Mobil damkar dari UPT Way Tenong tiba dilokasi disusul mobil damkar dari UPT Kebun Tebu namun keadaan rumah sudah hangus terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan semua habis terbakar," kata dia, Senin (20/5/2024).

"Rumah korban semi permanen terbuat dari kayu yang mudah terbakar sehingga percikan api langsung merembet ke dalam dan langsung membesar menghanguskan rumah dan beberapa isi rumah di dalamnya," sambungnya.

Beruntung kata dia tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun korban mengalami kerugian materil hingga ratusan juta. "Untuk korban jiwa tidak ada hanya saja korban mengalami kerugian hingga 100 juta," jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati ketika meninggalkan rumah, pastikan kondisi kelistrikan rumah benar-benar aman, memperhatikan hal lain penyebab kebakaran agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat harus bisa memastikan jaringan listrik di rumahnya masing-masing, apakah itu masih layak dipakai atau tidak, artinya apabila instalasi listrik sudah dalam kondisi yang tua agar dapat diperbaiki oleh pihak terkait," kata dia.

Kemudian masyarakat juga harus bijak dalam menggunakan alat-alat elektronik yang ada di dalam rumah. "Contoh seperti charger, hp, tv, rice cooker dan lain sebagainya. Apabila tidak dipergunakan segera dicabut," sambungnya.

Selain itu, masyarakat dituntut harus bijak dalam penggunaan barang yang merupakan sumber api seperti kompor gas maupun kayu bakar. Setelah selesai mempergunakan sumber api itu, pastikan api tersebut sudah padam dan tidak akan menimbulkan bahaya setelah ditinggal.

Warga harus benar-benar mengecek keadaan kompor atau sumber api yang ada di dalam rumah sendiri untuk keamanan. Terkait karhutla, masyarakat juga harus berhati-hari terhadap kegiatan pembakaran sampah.

"Masyarakat harus cermat dalam melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain dengan tidak membakar sampah ataupun lahan sembarangan," pungkasnya. (*)