• Rabu, 26 Juni 2024

Bertahun-tahun Jalan Akses Pertanian di Matarambaru Lampung Timur Rusak Parah

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16.06 WIB
92

Kondisi jalan kabupaten di Desa Tulung Pasik, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur yang rusak parah, Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur -  Bertahun-tahun kondisi jalan kabupaten yang ada di Desa Tulung Pasik, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur rusak parah, padahal jalan tersebut merupakan akses penghubung antar kecamatan.

Sugiman, warga Desa Tulung Pasik mengatakan, sudah tiga tahun lebih jalan di depan rumahnya kondisinya memprihatinkan. Masyarakat berharap pemerintah memperbaiki kondisi jalan tersebut.

Jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Matarambaru dan Labuhan Maringgai menurut Sugiman tidak pernah sepi, artinya kendaraan yang melintas baik sepeda motor atau mobil selalu hilir mudik.

"Warga Desa Mandalasari dan Desa Srigading Kecamatan Labuhan Maringgai kalau hendak ke Puskesmas, atau ke rumah sakit atau ke Kabupaten Lampung Timur selalu melintas depan rumah saya. Tapi kondisi jalan rusak parah," kata Sugiman, saat dimintai keterangan, Sabtu (18/5/2024).

Lanjut Sugiman, bahkan jalan kabupaten yang ada di depan rumahnya selalu dilintasi kendaraan mobil bermuatan ikan yang di ambil dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Penet, Labuhan Maringgai.

"Artinya jalan tersebut merupakan akses jalan yang bisa menunjang perekonomian, kalau saja diperbaiki secara tidak langsung pemerintah sudah membantu meringankan beban masyarakat," ungkapnya.

Sementara seorang pengemudi mobil jenis pickup yang sedang membawa ikan dari Kuala Penet dengan tujuan Lampung Tengah, Toni mengaku hampir setiap 7 hari tiga kali dia melintasi jalan tersebut.

"Seminggu bisa tiga Kali saya mas melintasi jalan ini, dan sudah ada dua tahun saya mengambil ikan di Kuala Penet. Jalan nya tidak tambah bagus malah tambah jelek," kata Toni.

Ia menambahkan, kerusakan jalan bukan hanya di Desa Tulung Pasik saja, melainkan di Desa Mandala Sari juga rusak parah. Kerusakan jalan sangat berpengaruh dengan kondisi kendaraan karena menjadi penyebab utama kerusakan kaki-kaki kendaraan.

"Saya lihat yang di desa Mandala Sari akses pertanian. Dimana jalan yang rusak sekitar 1000 meter sisi kanan dan kiri areal persawahan, artinya jalan tersebut akses pertanian warga setempat," terang Pria 40 tahun itu. (*)