• Selasa, 21 Mei 2024

Bupati Lamtim Sebar Baliho ‘Lanjutkan Dua Periode’, Ditengah Banyak Jalan Rusak Bertahun-tahun Tidak Diperbaiki

Sabtu, 20 April 2024 - 17.10 WIB
2.3k

Baliho Bupati Dawam yang hendak nyalon lagi terpampang nyata dihadapan masyarakat yang sedang memperbaiki jalan seadanya dengan swadaya. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Ironis, ditengah kondisi banyak jalan yang rusak di Kabupaten Lampung Timur, banner atau baliho Bupati Lampung Timur saat ini Dawam Rahardjo justru bertebaran menghiasi salah satunya dekat jalanan rusak itu.

Salah satunya, tampak saat sejumlah warga melakukan pemasangan batu untuk menimbun lubang-lubang jalan dan jembatan yang sudah lima tahun rusak di Jalan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Pemasangan dilakukan masyarakat secara swadaya karena pemerintah Kabupaten Lampung Timur seolah tidak memperdulikan perbaikannya.

Seperti kami lihat disamping jalan rusak terpasang baner bergambar Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, dengan tulisan "lanjutkan dua periode". Gambar tersebut menunjukkan keinginan Dawam Rahardjo ingin memimpin kembali Lampung Timur kedua kalinya.

"Jalan rusak saja bertahun-tahun tidak dibenahi, ini penimbunan jalan dilakukan swadaya masyarakat karena jalannya sudah lama buruk. Malah masang baner kampanye," ucap Seorang pria yang sedang menyusun batu, Sabtu (20/4/2024).

Pria yang mengaku bernama Bonjes mengatakan, semua jalan yang berlubang sepanjang kira-kira satu kilo meter lebih sudah ditimbun dengan batu pada lubang jalan. Selain jalan, jembatan yang sudah menghawatirkan juga akan diperbaiki secara swadaya.

"Ini kami disuruh sama pak Moha, suruh meratakan batu di lubang-lubang jalan yang rusak. Untuk dana pembelian material sum-suman (sokongan) masyarakat," kata Bonjes.

Untuk jembatan kata Bonjes, rencana akan dilapisi batu dan nanti akan ditumpah dengan semen. Sebab kata Bonjes jika menunggu pemerintah belum tahu kapan waktunya.

Terkait dana untuk pembelian semen untuk perbaikan jalan kabupaten tersebut, dana bersumber dari pengusaha pasir wilayah Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, dana hasil iuran dikumpulkan, dibelikan material dan untuk upah masyarakat yang memasang batu di jjalan kabupaten tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukorahayu Yulianto, mengakui jalan yang menjadi tanggung jawab kabupaten itu sudah sejak 2019 mengalami kerusakan, sementara usulan perbaikan melalui Musrenbang tidak pernah terealisasi.

Kata Yulianto. Jalan satu-satunya untuk memperbaiki kerusakan jalan itu adalah dengan masyarakat melakukan swadaya, sebab jalan dan jembatan dimaksud merupakan akses perekonomian yang cukup ramai dan dilintasi oleh beberapa pengusaha dari luar daerah.

"Sudah lima tahun lebih jalan itu rusak dan setiap Musrenbang kami usulkan dan tidak pernah di sepakati. Mungkin warga merasa butuh bener jalan bisa nyaman di lintasi sehingga melakukan swadaya," jelas Yulianto. (*)