• Selasa, 21 Mei 2024

Kerap Banjir Bandang, Warga Iringmulyo Metro Swadaya Bangun Jalur Air

Jumat, 19 April 2024 - 14.58 WIB
98

Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Basuki bersama masyarakat RT 13 RW 06, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur bergotong-royong membangun jalur air. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Warga RT 13 RW 06, Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur, Kota Metro bahu membahu melakukan pembangunan jalur air. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir bandang yang kerap melanda setiap musim penghujan.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, banjir di lingkungan tersebut telah terjadi sejak enam tahun lalu, yang mana banjir terbesar terjadi pada tahun 2018 silam.

Ketua RT 13, RW 06 Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Suwarto menceritakan bahwa wilayah itu menjadi lokasi rawan banjir setiap musim penghujan.

"Lokasi ini jadi tempat langganan banjir sejak pembangunan sudah masuk, waktu itu banjir mulai menggenang di wilayah persawahan. Kalau dulu memang termasuk lahan untuk embung air, kemudian setelah pembangunan mulai padat akhirnya air meluap ke lingkungan rumah warga," kata Suwarto, saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan, Jumat (19/4/2024).

"Awal banjir yang besar itu terjadi pada tahun 2018, itu jadi yang terbesar lah saya kira di kelurahan Iringmulyo. Jadi dalam 6 tahun terakhir ini di sini sering sekali terjadi banjir," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, meskipun belum ada campur tangan pemerintah namun pembangunan secara swadaya itu dapat dilakukan setelah pemilik tanah memberikan hibah untuk dibangun jalur air.

"Alhamdulillah pembangunan sodetan jalur air ini merupakan swadaya dari masyarakat, dari hibah tanah sampai pekerjaan itu semua masyarakat yang membantu," ucapnya.

"Jalur air ini panjangnya dari Jalan pala Raya ke Jalan pala VI kurang lebih 90 meter, ditambah tikungan L ini sekitar 15 meter lalu dengan lebar itu 3 meter. Kalau untuk perkiraan anggaran untuk membangun dinding taludnya itu tidak tahu berapa, biar pemerintah saja yang menghitungnya," sambungnya.

Warto berharap Pemkot Metro dapat memprioritaskan pembangunan talud tersebut agar banjir diwilayahnya tidak kembali terjadi.

"Kita minta pemerintah daerah untuk segera menangani titik-titik rawan banjir, karena masyarakat ngeluh kalau banjir kendaraan itu banyak yang rusak. Itu saja yang kami harapkan dari pemerintah," harapnya.

"Kita pasrahkan semua kepada pemerintah mudah-mudahan dapat cepat pembangunannya. Karena baru ini upaya mengantisipasi banjir yang bisa masyarakat lakukan secara mandiri. Kedepannya, tanpa bantuan pemerintah tentu saja akan berat," terangnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Basuki menyampaikan, program membangun jalur air untuk mengantisipasi banjir itu telah menjadi programnya bersama masyarakat.

"Ini sudah 2 sampai 3 tahun kita programkan, karena belum tembus pemberian hibah tanah warga. Nah hari ini kita sudah melalui Pamong RT dan RW, pak camat dan lurah, kita sudah memulai melakukan penyodetan sejak kemarin," jelasnya.

"Jadi di lokasi jalan Pala VI dan Pala VII ini setiap musim hujan selalu banjir. Oleh sebab itu, dengan swadaya masyarakat dan pemilik tanah yang ikhlas menghibahkan tanahnya, kita mulai pembangunan jalur air," tambahnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu berjanji akan terus mengawal proses pembangunan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di lingkungan tersebut.

"Karena ini memiliki lebar 3 meter jadi kategorinya adalah tersier. Jadi nanti akan kita dorong pembangunannya menggunakan APBD atau dapat melalui Balai Besar karena air dari sini mengarah ke areal persawahan dan sungai. Sehingga diharapkan tidak terjadi lagi genangan maupun banjir di wilayah RT 13 RW 06 Iringmulyo ini," bebernya.

"Ini merupakan bentuk swadaya masyarakat jadi DPRD akan mendorong dalam hal budgeting perencanaan. Ini kan kita sudah ke toko palu tahun 2024, mungkin nanti dapat kita usulkan penganggarannya melalui APBD perubahan atau APBD murni 2025," tandasnya. (*)