• Selasa, 21 Mei 2024

Pengendara Motor Tewas Tabrak Jembatan di Matarambaru Lamtim

Senin, 15 April 2024 - 12.21 WIB
270

Polisi dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan. Senin, (15/4/2024). Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Kecelakaan terjadi di jalan lintas timur, tepatnya di jembatan Way Curup, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur. Saat dievakuasi polisi pada Senin, (15/4/2024) sekitar pukul 08.00 WIB, pengemudi sepeda motor sudah tidak bernyawa. 

Kepala Pos Pemantauan Mudik, Iptu Suhardi mengatakan, kecelakaan terjadi setelah sepeda motor yang di tumpangi korban menabrak jembatan dan sepeda motor masuk kedalam jurang sedalam 3 meter.

Setelah mendapat informasi kecelakaan tersebut, sejumlah anggota lalulintas yang bertugas di Pos Matarambaru langsung menuju lokasi. Kemudian bersama masyarakat membawa korban ke Rumah Sakit Akamedika Sribhawono.

"Menurut keterangan petugas rumah sakit (medis), korban diketahui meninggal sejak malam diperkirakan sekitar pukul 01.00 WIB," kata Suhardi saat dimintai keterangan.

Diketahui dari identitas KTP, korban bernama Hanafi (68) warga Desa Ruki Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Saat itu juga, kebetulan di rumah sakit tempat korban dilakukan visum ada seorang yang mengenali dan kebetulan masih keluarganya.

Sementara kendaraan sepeda motor milik korban yang mengalami kerusakan 90 persen itu berada di Poslantas Matarambaru,dan dalam jok sepeda motor ditemukan beberapa dadu koprok yang biasa digunakan sebagai alat perjudian.

Sementara itu, Ari Suratno yang mengaku sebagai keluarga mengatakan, dirinya sudah menghubungi pihak keluarga korban dan jenazah akan dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance sekitar pukul 11.00 WIB.

Kata dia, menurut keterangan keluarga Hanafi (korban) berencana hendak ke Way Milli, Kecamatan Gunung, Lampung Timur. Namun baru tiba di Kecamatan Matarambaru, pria 68 itu mengalami kecelakaan tunggal.

"Kata keluarga, pak Hanafi ini mau ke Way Milli berangkat dari rumah habis magrib. Dan kebetulan pak Hanafi ini masih saudara saya juga. Saya sudah hubungi keluarga dan sudah mempersiapkan untuk proses pemakaman," kata Ari, yang mengaku tinggal di Kecamatan Sekampung Udik itu. (*)