• Selasa, 21 Mei 2024

Kericuhan Pemudik Sempat Terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Ini Penyebabnya

Senin, 15 April 2024 - 08.43 WIB
208

Pengemudi mobil pribadi saat mengungkapkan kekesalannya atas penyerobotan antrian di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Minggu (14/4/2024) malam. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Main serobot antrian memicu kericuhan pemudik pengendara mobil pribadi di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (14/4/2024), sekira pukul 22.00 WIB.

Tampak dalam video, seorang wanita meluapkan kekesalannya kepada petugas yang mengatur antrian mobil menuju kapal eksekutif gegara tak kunjung mendapatkan giliran.

Pasalnya, ada tiga atau empat kendaraan didahulukan dan menghambat pengendara lainnya sehingga tak kebagian untuk memasuki kapal.

Salah seorang pengemudi yang ikut tersulut emosi bernama Riza mengungkapkan, rasa tidak terima atas perlakuan khusus terhadap pengendara yang diduga tidak ikut antrian yang seharusnya lebih dulu menaiki kapal.

"Saya dari jam 17.00 WIB disini, nggak beres ini kecewa udah nggak beres ini. Mereka nggak ada komplain nggak ada marah ikut antrian tiba-tiba ada itu (menyerobot antrian) itu yang bikin mereka marah itu aja, ini ASDP mesti jawab itu siapa kenapa dispesialkan," beber Riza.

"Kita nggak butuh uang nggak butuh roti kita nggak butuh kompensasi, jawaban aja apa penjelasan," sambungnya.

Riza merincikan, dirinya tiba di Pelabuhan Bakauheni sejak jam 15.00 WIB, bahkan pengemudi lainnya ada yang tiba dari jam 14.00 WIB, jam 16.00 WIB dan jam 17.00 WIB.

"Sekarang sudah jam 21.00 WIB, selama proses berjam-jam itu kita nggak ada yang komplain ikut antrian tertib sesuai dengan aturan. Diarahkan sama petugasnya baris disini masuk disini, mepet ke kiri, jangan ke tengah, jangan nyodok kita tertib, kita terima," cerita Riza.

Menurut Riza, ia paham kendaraan antri satu persatu berjalan menuju kearah kapal di Dermaga Eksekutif hingga muatan kapal dinyatakan sudah penuh.

"Tapi tiba-tiba dua antrian distop, tiba-tiba dari sebelah kanan tiga atau empat mobil masuk dibiarkan harusnya kan dicegah, kalaupun masih ada slot ya sesuai barisan dong sesuai urutan sesuai antrian dong, itu yang bikin bapak-bapak ibu-ibu marah," keluh Riza.

Riza mengaku berangkat dari Palembang, Sumatera Selatan, dan akan kembali menuju Jakarta, namun ia dihadapkan penyerobotan antrian dan seolah dibiarkan saja.

"Sekarang kita butuh jawabannya apa yang terjadi siapa mereka itu? kalau memang VVIP siapa mereka? ada aturannya nggak? kalau memang VVIP yang dilindungi undang-undang kita terima kasih kita penjelasan siapa itu saja," tanya Riza.

Riza semakin keheranan, karena ketika dirinya mengkomplain kejadian tersebut malah mendapat jawaban agar tetap tenang.

"Cuma disuruh tenang aja tenang, nah tadi pas kita komplain pertama itu jawaban yang bikin nggak terima tenang aja mas semua pasti naik kok. Ya semua pasti naik tapi ikut aturan nggak? sampai sekarang belum naik tapi jam berapa kita naik (kapal) kita mau 20 jam pun kita tunggu mas asal sesuai dengan antrian tapi kalau ada yang nyelonong-nyelonong gitu kita nggak terima," kritik Riza 

Sementara, tak jauh dari lokasi keributan, masih di pelataran Dermaga Eksekutif, tampak Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin bersama pegawai memakai rompi IFPRO dan seragam ASDP tengah asyik berjoget diiringi alunan musik hidup.

Paska kericuhan, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan permohonan maaf melalui awak media.

"Pertama kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mungkin bisa sedikit dijelaskanbahwa saat ini kan ada beberapa lajur antrian dan tadi sepertinya mungkin karena ada pergantian shift dan pegawai sepertinya ada koordinasi yang masih kurang baik jadi ada kesalahan membuka jalur antrian yang seharusnya belum gilirannya," kilah Shelvy Arifin.

Shelvy Arifin menyatakan, kedepan akan dilakukan penomoran jalur antrian untuk mengantisipasi supaya kejadian serupa tak terulang kembali.

"Jadi ini tadi sudah kami antisipasi, kami akan melakukan penomoran jalur dan juga ketika ada pergantian shift nanti akan ada informasi yang disampaikan antara shift satu ke shift dua. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," timpalnya.

Shelvy Arifin tak menampik, acara musik tadi adalah bagian dari usaha ASDP untuk menghibur pengguna jasa karena waktu menunggu cukup lama.

"Harapannya tadi musik ini adalah untuk menghibur para pengguna jasa selama menunggu. Jadi bukan karena ada acara khusus tapi memang hanya bagian dari pelayanan kami untuk menghibur pengguna jasa," tuturnya.

Disoal mengenai kenapa pejabat ASDP tak langsung turun tangan mengatasi keributan pengemudi yang menyoal penyerobotan antrian, Shelvy Arifin menjawab, petugas tengah mengutamakan pelayanan bukan berarti pejabatnya tidak ada melainkan sedang fokus untuk melancarkan antrian.

"Tadi kan teman-teman lihat, akhirnya ada kendaraan yang akhirnya kita antrikan di sisi tepat di muka dermaga. Itu harapannya tentunya juga para pejabatnya ataupun para petugasnya sedang melakukan penguraian ataupun pengaturan kendaraan," ucapnya.

Shelvy Arifin menyampaikan, akan ada evaluasi kepada para petugas yang bertugas malam hari ini terkait insiden penyerobotan antrian.

"Tentunya iya, maksudnya begini dari manajemen akan melakukan evaluasi terhadap semua petugas yang bertugas malam ini juga, sehari-harinya dilakukan evaluasi dan tentunya kami terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk kenyamanan para pengguna jasa," pungkasnya. (*)