• Selasa, 21 Mei 2024

30 Pemudik Gagal Berangkat Naik Kereta Karena Telat dan Beda Identitas

Senin, 15 April 2024 - 17.13 WIB
39

Tumpukan penumpang yang akan berangkat dengan kereta api di Stasiun Tanjungkarang Bandar Lampung. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat sebanyak 30 orang gagal menaiki kereta api sejak masa angkutan lebaran periode 31 Maret - 15 April 2024.

Manager Humas KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari menyampaikan, sejak periode 31 Maret hingga 15 April pihaknya telah memberangkatkan 52.912 orang.

Selain itu jelasnya, terdapat 30 penumpang yang gagal berangkat, dimana kebanyakan karena kelalaian atau terlambat oleh penumpang itu sendiri.

"Pada periode 31 Maret hingga 15 April penumpang yang gagal berangkat karena tertinggal kereta ada 18 orang, kemudian tiket yang tidak sesuai dengan identitas sebanyak 12 orang. Sehingga total ada 30 orang yang gagal berangkat," ujarnya, Senin (15/4/2024).

Menurutnya, sesuai dengan aturan KAI, penumpang yang hendak berangkat maka kartu identitas yang dimilikinya harus sesuai nama yang tertera pada tiket.

"Jika tidak sama, penumpang tidak bisa berangkat. Baik penumpang yang tertinggal kereta api, maupun yang beda identitas, tiketnya menjadi hangus,” kata Zaki.

Oeh karenanya, ia juga berpesan agar penumpang untuk datang tepat waktu, dikarenakan kereta sendiri datangnya selalu on time.

"Dimana kalau jamnya berangkat, maka kereta itu harus berangkat tidak bisa menunggu," ungkapnya.

Zaki juga memastikan, jika penumpang itu gagal berangkat karena kelalaian PT KAI, maka akan pihaknya kembalikan 100 persen biayanya.

"Tapi kalau gagal berangkat karena kelalaian mereka maka tiket itu hangus. Maka dari itu jangan terlambat," pintanya.

Selain itu, ia juga menyabut selama masa angkutan lebaran 2024, pada arus balik pihaknya sudah memberangkatkan sebanyak 16.298 orang.

"Dari jumlah itu jika dibandingkan dengan masa yang sama di tahun 2023, maka tahun ini kenaikannya mencapai 121 persen," katanya.

Kemudian puncak arus balik mudik di Divre IV Tanjungkarang terjadi pada tanggal 12 dan 13 April dengan jumlah 4.311 pelanggan dan 4.218 pelanggan.

Selanjutnya dari total 52.912 orang yang telah diberangkatkan selama masa angkutan lebaran jumlah keberangkatan terbanyak yaitu Stasiun Tanjungkarang dengan total yaitu 16.881 pelanggan berangkat.

"Adapun keberangkatan lainnnya dari Stasiun Labuharatu yaitu sebanyak 3.637 pelanggan, jadi jika ditotalkan sudah ada 20.518 pelanggan yang berangkat di kedua stasiun tersebut,” ungkap Zaki.

Zaki menambahkan, untuk arus mudik dan balik dari Tanjungkarang ke berbagai kota masih terpantau tinggi. Pada hari ini Senin (15/4), terdapat 2.033 pelanggan yang berangkat dan datang di Stasiun Tanjungkarang dengan kereta api.

Stasiun lainnya yang berada di Kota Bandar Lampung yaitu Stasiun Labuhanratu pada hari ini juga terpantau tinggi. Ada 558 pelanggan yang naik dan turun dengan kereta api di Stasiun tersebut.

“Ada total 5.087 pelanggan berangkat dari Stasiun Tanjungkarang dan Stasiun Labuhanratu pada arus balik Lebaran sejak 12 April sampai 15 April 2024. Stasiun yang terpantau padat lainnya di luar wilayah Kota Bandar Lampung yaitu Stasiun Kotabumi dan Stasiun Baturaja yang volume naik turun penumpang pada hari ini masing-masing adalah 1.344 pelanggan dan 1.252 pelanggan,” tutupnya. (*)