• Selasa, 21 Mei 2024

Jasa Antar Wisatawan ke TNWK Lamtim di Desa Labuhanratu VI Tak Beroperasi

Minggu, 14 April 2024 - 18.17 WIB
152

Pengunjung Taman Nasional Way Kambas antre beli tiket masuk. Minggu, (14/4/2024). Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Rest area yang ada di Desa Labuhanratu VI, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur, tutup tidak melayani jasa antar wisatawan yang hendak ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK). 

Hal itu disebabkan karena tidak kompaknya pengurus Pokdarwis dan koprasi pengelola wisata desa tersebut.

"Iya lebaran tahun ini di rest area tempat kami tidak melayani antar jasa wisatawan Way Kambas. Karena kawan-kawan tidak ada yang kompak saat persiapan," kata Kades Labuhanratu VI, Sigit. Minggu (14/4/2024).

Karena tidak adanya kekompakan tersebut, sehingga kondisi rest area yang rencananya dijadikan kantong parkir dan terminal pengunjung TNWK seperti tidak terawat, rumput liar menghijau tidak terurus.

Sigit mengatakan, sebelum Idul Fitri rekan-rekan Pokdarwis dan koprasi pengelola tiket masuk Way Kambas kurang kompak. sehingga tidak bisa beroperasi. Padahal momen idul Fitri menjadi momen untuk mendapatkan penghasilan harian selama libur idul Fitri.

Penghasilan harian bisa di dapat dari jasa antar pengunjung dari rest area menuju TNWK, masyarakat bisa berjualan di lokasi rest area, masyarakat juga bisa mendapat keuntungan dari jasa parkir kendaraan.

Sigit berjanji akan mengumpulkan kembali anggota Pokdarwis dan koprasi desa pengelola wisata untuk menyatukan persepsi terkait pengelolaan rest area wisata Desa Labuhanratu VI.

"Tahun baru sempat buka kawan-kawan Pokdarwis dan pengelola koprasi melayani jasa antar pengunjung ke TNWK, sehingga bisa menambah penghasilan mereka, dan saat momen yang di tunggu saat ini malah tidak kompak," ujarnya.

Banyak pengunjung yang hendak masuk Way Kambas melalui jalur Desa Labuhanratu VI, karena kondisi rest area sepi sehingga pengunjung beralih masuk melalui Desa Labuhanratu IX.

"Tahun baru kemarin kami lewat Labuhanratu VI ini malah tutup, jadi kami serombongan beralih melalui Desa Labuhanratu IX," kata seorang yang mengaku bernama Galih pengunjung asal Kecamatan Way Bungur.

Humas Balai TNWK, Sukatmoko menjelaskan, memang kantong parkir wisatawan TNWK ada tiga titik masing-masing Desa Labuhanratu IX, Labuhanratu VII dan Labuhanratu VI. 

"Karena Labuhanratu VI tutup, sehingga hanya ada dua titik kantong parkir," kata Sukatmoko. (*)