• Selasa, 21 Mei 2024

Antisipasi Kebakaran, Damkarmat Ingatkan Warga Metro Saat Lebaran

Jumat, 05 April 2024 - 15.39 WIB
177

Danru Damkarmat Satpol-PP Metro, Subki saat diwawancarai. Jumat, (05/04/2024). Foto: Arby/kupastuntas.co,

Kupastuntas.co, Metro – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol-PP Metro mengimbau warga untuk waspada kebakaran saat mudik lebaran.

Danru Damkarmat Satpol-PP Metro, Subki mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat perihal untuk waspada apabila akan meninggalkan rumah untuk mudik.

Ia juga mengimbau untuk tiap warga Metro agar waspada akan potensi kebakaran ketika meninggalkan rumah untuk mudik.

"Kepada masyarakat semua untuk mematikan instalasi listrik apabila hendak keluar rumah waktu mudik," kata Subki saat dikonfirmasi, Jum'at (5/4/2204).

Subki juga menerangkan, hal-hal yang perlu dilakukan masyarakat agar terhindar dari kebakaran.

Seperti menghindari penggunaan stopkontak dengan bertumpuk-tumpuk, melakukan pemeriksaan instalasi listrik, dan selalu sedia APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

"Warga juga diminta matikan lampu, kompor, dan alat listrik. Biasakan mematikan lampu dan listrik setelah, dan selesai saat bepergian," bebernya.

Ia mengungkapkan, Damkarmat Satpol PP Metro juga menyiagakan petugas selama sebelum, dan sesudah lebaran.

"Bagi warga yang melihat kebakaran atau mengalami kebakaran bisa menghubungi ke pihak Damkarmat Metro atau melalui WhatsApp 0853-7877-7838," terangnya. 

Sebelumnya, Sepanjang tahun 2024, tercatat terjadi 7 kali kebakaran di Kota Metro.

Penyebab kebakaran di Metro itu diduga akibat korsleting listrik. Kabid Damkarmat Satpol-PP Metro, Marwan Hakim mengatakan, kebakaran di Metro pada Triwulan pertama tahun 2024 ini didominasi dari wilayah Kecamatan Metro Pusat. 

Ia menambahkan, terdapat empat kasus kebakaran yang terjadi di Kecamatan Metro Pusat pada Triwulan pertama tahun 2024.

"Kasus pertama kebakaran di tanggal 3 Maret 2024, terakhir di tanggal 27 Maret 2024," ujarnya.

"Penyebabnya rata-rata diduga akibat korsleting listrik," tambahnya.

Marwan menyebut, dalam melakukan pemadaman api, terdapat kendala yang kerap ditemui pihaknya. Seperti warga yang berkerumun melihat kebakaran yang terjadi.

"Ramainya warga yang ingin melihat, sehingga menyulitkan pemadaman," tukasnya.

Akan tetapi, lanjut dia, kendala itu selalu dapat diatasi oleh pihaknya.

"Solusinya melakukan himbauan kepada warga menggunakan pengeras suara agar tidak berkerumun," tandasnya. (*)