• Selasa, 21 Mei 2024

Pasca Banjir Bandang Rendam Gedung SMPN 2 BNS Lambar, Sejumlah Fasilitas Ditemukan Rusak

Kamis, 04 April 2024 - 15.34 WIB
113

Kepala Disdikbud Lampung Barat, Bulki Basri bersama staf jajaran saat meninjau kondisi yerkini gedung sekolah SMPN 2 BNS pasca diterjang banjir. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pasca banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) yang turut merendam gedung SMPN 2 BNS, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat menemukan sejumlah sarana prasarana sekolah yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Lampung Barat ,Bulki Basri melalui Kasi Sarana dan Prasarana, Adi Susanto, ia mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan di lokasi banjir tepatnya di SMPN 2 BNS, ia mengatakan jika peristiwa banjir tersebut terjadi secara tiba-tiba.

"Akibat intensitas hujan yang cukup deras sehingga luapan air sungai naik peristiwa nya pun terjadi secara tiba-tiba yang mengakibatkan banyak nya lumpur yang masuk ke gedung sekolah hingga terjadinya kerusakan sejumlah sarana prasarana yang ada," kata Adi, Kamis (4/4/2024).

Ia menjelaskan, beberapa fasilitas sekolah yang terendam banjir diantaranya kursi, meja, buku, hingga laptop serta sejumlah sarana prasarana lain, hal tersebut membuat aktivitas belajar mengajar menjadi terhambat.

"Banjir menyebabkan aktifitas di sekolah terganggu, sarana dan prasarana  kursi, meja terendam sehingga basah dan kotor, ada juga buku-buku, laptop serta sarana dan prasarana lainnya yang juga sempat terendam," jelasnya.

Namun, pihaknya belum bisa mendata secara rinci aset yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut, sebab saat ini pihaknya masih akan melakukan pendataan terkait sarana prasarana apa saja yang mengalami kerusakan.

Sehingga kedepan kata dia, Disdikbud Lampung Barat bisa mengambil langkah terkait upaya yang akan dilakukan pasca terjadinya banjir yang menggenangi gedung sekolah tersebut, agar aktivitas belajar mengajar dilingkungan setempat lancar.

"Aset-aset sekolah secara rinci nanti akan didata oleh sekolah, mana aset yang masih berfungsi dan mana yang tidak karena saat ini aset banyak yang acak-acakan, serta nantinya akan diperiksa dan didata oleh pihak sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mengevakuasi sisa material banjir yang ada di sekolah menurutnya perlu adanya kerjasama semua pihak mulai dari guru hingga wali murid mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang nyaman.

"Maka diperlukan kerjasama semua pihak, mulai dari dewan guru hingga wali murid untuk bersama-sama mengembalikan fungsi dari sarana dan prasarana yang ada usai banjir tersebut sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman," imbuhnya.

"Gotong-royong diperlukan dalam membersihkan lingkungan sekolah, perlu ada kerjasama dari dewan guru dan juga wali murid, sehingga usai libur lebaran hari raya idul fitri, KBM bisa berjalan seperti biasa," pungkasnya. (*)