• Selasa, 23 April 2024

Breaking News, BNS dan Suoh Lampung Barat Diterjang Banjir Bandang

Rabu, 03 April 2024 - 19.20 WIB
838

Banjir akibat hujan deras di Pekon (Desa) Bumi Hantatai Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Lampung Barat (Lambar), banjir melanda Pekon (Desa) Bumi Hantatai Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) bahkan genangan air mencapai dada orang dewasa dan menggenangi sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah setempat.

Dari video berdurasi 31 detik yang diterima Kupastuntas.co, genangan air bahkan menggenangi setengah dari gedung sekolah SMP N 2 BNS, bahkan terlihat beberapa warga sedang mengevakuasi sejumlah fasilitas yang ada di sekolah tersebut karena terbawa genangan air.

Terlihat juga beberapa rumah yang berada dekat dengan sekolah tersebut juga tergenang.

Dalam video terdengar warga mengeluhkan kondisi yang terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS, dimana terjadi permasalahan yang terus menerus mulai dari konflik satwa hingga banjir.

"Banjir bandang SMPN 2 BNS, bagaimana solusinya ini harimau laju, gajah lanjut, banjir laju, untuk daerah Suoh, udah enggan jelas itu bapak imam udah," kata seorang warga dalam video yang diterima Kupastuntas.co, Rabu (3/4/2024).

Sementara di beberapa video lain yang diterima, banjir bandang juga terjadi di Pekon Tembelang, sejumlah warga terlihat mengabadikan peristiwa banjir yang menggenangi rumah warga bahkan ada rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan banjir bandang.

"Banjir bandang pekon Tembelang, hari ini satu rumah rusak berat satu tiang listrik roboh terseret banjir," kata warga lain dalam video.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat, Padang Priyo Utomo melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Mekal Novisa mengaku telah menerima informasi tersebut, namun ia belum bisa memastikan karena belum ada laporan masuk.

"Infonya SMPN 2 Suoh tetapi kita belum mendapat laporan resmi, lagi proses ya, karena memang harus menggunakan data konkrit yang harus dipertanggungjawabkan," singkatnya. (*)