• Selasa, 23 April 2024

Jalan 9 Desa di Rajabasa Lamsel Rusak, Proyek Breakwater Dituding Jadi Biang Kerok

Minggu, 31 Maret 2024 - 15.30 WIB
52

Jalan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mengalami kerusakan. Minggu (31/3/2024). Foto: Handika/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Jalan utama terbentang di wilayah 9 desa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga setempat.

Warga pun menuding, pembangunan proyek pemecah gelombang pantai (breakwater) yang berlangsung kisaran tahun 2022 menjadi penyebabnya.

Hilir mudik truk memuat batu bolder dan alat berat sebagai penunjang pembangunan proyek breakwater dalam rentang waktu itu, berdampak pada kerusakan jalan hingga meninggalkan lubang.

Menurut Azriel, warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, setidaknya kerusakan jalan yang sudah menahun itu, meliputi 9 desa.

Sepengetahuan Azriel, jalan arteri tersebut merupakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung.

"Jalan rusak di Dusun Bojong, Desa Kerinjing, Desa Batu Balak, Desa Kunjir, Desa Way Muli Timur, Desa Way Muli, Desa Sukaraja, Desa Rajabasa, Desa Banding, dan Desa Canti," kata Azriel saat dimintai keterangan, Minggu (31/3/2024).

Azriel menyebutkan, dulunya jalan penghubung 3 kecamatan yakni, Kalianda, Rajabasa dan Penengahan itu terbilang mulus. 

Hingga akhirnya, dimulainya proyek pembangunan breakwater dalam beberapa tahun belakangan menyisakan kerusakan jalan dan menyulitkan pengendara yang akan melintas.

“Dulu sebelum adanya pembangunan pemecah ombak, jalan pesisir terbilang bagus. Namun setelah beberapa tahun ini, jalan menjadi rusak parah dan belum pernah diperbaiki. Apalagi jalan ini ramai dilalui kendaraan, bahkan pengendara motor sering terjatuh,” ujarnya.

Jika musim hujan turun, lanjut Azriel, jalanan yang rusak dan berlubang tersebut, menimbulkan kubangan air serta berpotensi membahayakan pengendara sepeda motor yang melintas.

“Kalau hujan makin parah. Soalnya lubangnya dalam, terus ada air jadi tidak nampak. Sudah kayak kubangan kerbau saja ini," tandasnya.

Senada, warga Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Rohim turut mengutarakan kekesalannya. Pasalnya, kecamatan setempat memiliki segudang obyek wisata pantai.

“Di Pesisir ini banyak pantai, bagaimana pariwisata kita mau maju jika jalannya saja tidak pernah diperbaiki," kata Rohim.

Rohim pun menuntut, agar pemerintah tidak tinggal diam atas kerusakan jalan yang ada dan segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Pemerintah seolah tutup mata dengan hal ini, saya berharap kepada pemerintah terkait untuk segera ditindaklanjuti karena ini salah satu jalan utama, baik yang mau menuju Kecamatan Rajabasa dan Kalianda,” tutup Rohim.

Dikonfirmasi terkait kerusakan Jalan Rajabasa dan dituding dampak dari pembangunan proyek breakwater, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Mansyur belum memberikan jawaban. (*)