Integritas dan Transparansi, Misi Irjen Kemenag RI Untuk Meningkatkan Layanan Publik
Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Faisal Ali. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Faisal Ali mengungkapkan bahwa Itjen adalah mata dan Telinga Menteri Agama, hal tersebut disampaikan Irjen, saat memberikan arahan pada Rakerwil Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, di Emersia Hotel and Resort Bandar Lampung. Sabtu (09/03/2024).
“Maknanya Itjen harus dapat memberikan keyakinan (assurance), tercapainya tujuan Kementerian Agama, Itjen harus dapat memberikan nilai tambah (added value) dalam pencapaian tujuan organisasi, dan Itjen harus dapat memberikan Early Warning terhadap risiko hambatan dalam pencapaian tujuan organiasi,” paparnya.
Faisal Ali menambahkan, Itjen terus berbenah, Itjen bukan lagi menjadi polisi patroli yang kehadirannya ditakuti dan kurang diharapkan kehadirannya.
“Itjen kini telah menjadi partner kerja unit, dimana Itjen haruslah menjadi mitra strategis dalam membantu pimpinan dan jajaran manajemen untuk menyelesaikan berbagai masalah penyelenggaraan pemerintahan,” kata Faisal Ali.
Irjen juga mengingatkan kembali kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Provinsi Lampung isi pesan Menteri Agama saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama RI di Semarang beberapa waktu yang lalu.
“Pesan Menag sebagai instansi yang menyandang nama “Agama", ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam pelayanan yang bebas korupsi.” katanya.
Berikut Pesan Menteri Agama pada saat pelantikan Inspektur Jenderal pada tanggal 16 September 2022:
1. Bangun Sistem Pengendalian yang efektif agar tidak ada praktek transaksional di dalam layanan kepegawaian
2. Pastikan Program Prioritas Menteri berjalan secara efektif
3. Mendorong fungsi early warning system berjalan lebih baik
4. Proses pengadaan Barang dan Jasa berjalan secara transparan dan akutabel
5. Memastikan Layanan Publik cepat,mudah dan tidak ada praktek pungli
Irjen Faisal Ali menyebut ada banyak permasalahan di Kementerian Agama yang harus segera dibenahi, setidaknya setiap permasalahan harus diurai satu persatu agar Kementerian Agama berbenah lebih baik.
“Problem terkait Pengadaan Barang Jasa, Kepegawaian, Layanan Publik, Tatakelola Lembaga Pendidikan dan Integritas & Komunikasi Kepemimpinan,” jelasnya.
Tambahnya, Itjen hadir sebagai katalisator terwujudnya program prioritas Kemenag dan mitra strategis bagi satuan kerja lainnya dalam mengemban tugas dan fungsinya.
“Dengan memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Government), dengan tata kelola yang baik target kita akan mudah tercapai,” terangnya.
Terkait pengawasan, Irjen menjelaskan yang tadinya Watch Dog menjadi pengawasan intern yang memastikan bahwa program Kementerian Agama tidak hanya sent tapi juga delivered untuk kesejahteraan masyarakat, Program Prioritas Itjen Kemenag untuk Mengawal Program Prioritas Menteri Agama dan Kerjasama dengan KPK dan PPATK.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Faisal Ali juga memaparkan terkait harapan masyarakat kepada Kemenag.
"Harapan masyarakat tersebut yakni Kementerian Agama yang bersih dari KKN, objektivitas dalam pengelolaan SDM, kemudahan akses dalam memberikan pelayanan dan transparansi layanan publik, harapan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama -sama, tugas kita untuk mewujudkan," pungkasnya. (**)
Berita Lainnya
-
Tenggat Akhir Wajib Halal Bulan Oktober 2024, Lampung Gelar Kampanye Halal Serentak
Selasa, 02 April 2024 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Jadi Pemateri Tentang Robotik di SMAN 15 Bandar Lampung
Senin, 01 April 2024 -
Pemerintah Daerah Aceh dan Petani Sambut Gembira Atas Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi
Minggu, 31 Maret 2024 -
Tarif Listrik April-Juni 2024 Tetap, Pemerintah Perhatikan Daya Beli Masyarakat dan Dukung PLN Jaga Mutu Pelayanan
Jumat, 29 Maret 2024



