Seorang Kakek Tewas Usai Terpeleset di Pintu Air Punggung Gajah Lamsel
Warga saat mengevakuasi korban terpeleset di Pintu Air Punggung Gajah, Lampsel. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Seorang kakek bernama Riyadi (64) warga Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ditemukan tewas usai terpeleset di pintu air Sungai Punggung Gajah.
Kapolsek Sragi, Iptu Zuhdi menerangkan, peristiwa terpelesetnya Riyadi di pintu air lalu ditemukan meninggal dunia terjadi hari Sabtu (2/2/2024) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB.
"TKP di Sungai Punggung Gajah perbatasan antara Desa Margasari dan Desa Margajasa, Kecamatan Sragi," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (3/2/2024).
Zuhdi menceritakan, mulanya korban bersama anaknya Usnul (19) berangkat dari rumahnya di Desa Margajasa hendak ke bawah yang terletak di Desa Margasari, Kecamatan Sragi.
"Pada saat Riyadi melewati DAM/ pintu air, ia terpeleset kemudian terjatuh ke Sungai Punggung Gajah," sambung Kapolsek.
Naas, sungai tersebut memiliki kedalaman cukup dalam yakni sekitar 3 meter dan membuat Riyadi hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras sejauh 10 meter.
"Melihat orang tuanya terjatuh dan terbawa arus kemudian Usnul berlari meminta tolong ke pada masyarakat di sekitar," cetus Kapolsek.
Mendengar teriakkan itu, warga yang berada di dekat lokasi langsung menghampiri dan tak lama kemudian menemukan Riyadi sudah tak bernyawa.
"Lalu aparat Desa Margajasa menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek sragi, Saya dan anggota langsung ke TKP," ujar Kapolsek .
Korban yang sudah tak bernyawa itu, kemudian diangkat dari tempat kejadian dengan dibantu masyarakat untuk diantarkan ke rumah duka.
"Dari hasil pemeriksaan luar tim medis menyatakan korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," tegas Kapolsek.
Zuhdi menyatakan, keluarga korban menerima bahwa kejadian itu merupakan murni musibah dan korban meninggal dikarenakan tenggelam di Sungai Punggung Gajah.
"Sehingga pihak keluarga meminta tidak perlu dilakukan tindakan autopsi serta membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Waspada Buaya di Pantai Merak Belantung Lamsel
Jumat, 15 Mei 2026 -
Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Lampung Dihentikan
Selasa, 12 Mei 2026 -
Triwulan I 2026 PAD Lampung Selatan Tembus Rp 66,8 Miliar, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama
Selasa, 05 Mei 2026 -
Perahu Ditabrak Kapal Kargo, Satu Nelayan Hilang di Perairan Kalianda Lamsel
Selasa, 05 Mei 2026








