• Selasa, 23 April 2024

1.813 Hektar Sawah di Lamsel Kebanjiran, 10 Desa Terancam Gagal Panen

Jumat, 01 Maret 2024 - 14.15 WIB
100

Tampak sawah di Kecamatan, Palas, Lampung Selatan kebanjiran. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Seluas 1.813,75 hektar areal persawahan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dilanda kebanjiran.

Dari data yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co, lahan persawahan 1.813,75 hektar tergenang air pasca hujan deras yang mengguyur beberapa kecamatan di kabupaten setempat sejak Rabu hingga Kamis (28-29/2/2024).

Setidaknya, ada sebanyak 5 kecamatan yang terdampak musibah banjir. Terjangan banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Sragi seluas 743 hektar sawah.

Dimana, ada 10 desa yang terancam gagal panen ditengah melambungnya harga beras, pasalnya tanaman padi yang terkena banjir baru berumur 1 hingga 30 hari.

Rinciannya, Desa Bandar Agung 10 hektar, Sumber Agung 150 hektar, Kedaung 100 hektar, Kuala Sekampung 40 hektar, Baktirasa 140 hektar, Sukapura 50 hektar, Mandalasari 148 hektar, Marga Sari 70 hektar, Marga Jasa 25 hektar, Sumber Sari 10 hektar.

Disusul wilayah Kecamatan Ketapang terdapat 620 hektar sawah yang diterjang banjir, lalu sawah di Kecamatan Palas mencapai 422 hektar.

Selanjutnya, areal persawahan di Kecamatan Natar seluas 18,75 hektar ikut terendam banjir. Terakhir, tanaman padi dengan luas 10 hektar yang terletak di Kecamatan Candipuro ikut terimbas banjir.

Seorang petani asal Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Arif mengaku pasrah sawah seluas 2 hektar miliknya ikut tergenang air.

"Ya mau gimana lagi mas, cuma bisa pasrah tanaman padi baru usia 2 minggu malah kebanjiran," keluhnya.

Ancaman gagal panen ditengah harga beras yang sedang naik daun, membuat Arif hanya bisa merenung dan dibayangi biaya untuk tanam ulang.

"Mau tidak mau harus tebar benih lagi dan menanam ulang, mana sebentar lagi lebaran," singkat Arif.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan Bibit Purwanto hanya menjawab tengah dinas luar.

"Saya lagi dinas luar, lagi ada Irjen," balasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 rumah milik warga Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel, Ariswandi menyatakan, ada dua desa di Kecamatan Ketapang yang terdampak banjir.

"Desa Pematang Pasir ada 70 kepala keluarga dan 50 rumah terdampak banjir, tapi untuk sementara pendataan masih berjalan ya," kata Kalak BPBD saat dikonfirmasi, Rabu (28/2/2024) lalu.

Ariswandi melanjutkan, Desa Sumber Nadi juga turut terdampak banjir yang mengakibatkan sawah-sawah warga terendam air.

"Sawah-sawah terendam banjir kemudian ada jalan yang terputus, sementara belum kita perkirakan ya (luas sawah)," sambungnya.

Ariswandi menyebut, hujan deras yang turun pada Rabu dini hari menyebabkan air menggenangi areal persawahan termasuk puluhan rumah warga. (*)