Kesal Rongsokannya Dijual Tanpa Izin, Kakek di Bandar Lampung Aniaya Teman Hingga Tewas
Pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Kedaton. Sabtu, (24/2/2024). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Seorang kakek berinisial PT (62) tega menganiaya temannya sendiri berinisial AS (72) hingga tewas di Jalan Soekarno-Hatta, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (24/2/2024) dini hari.
Pria paruh baya itu nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal barang rongsokan nya dijual korban tanpa izin. Kini pria yang berprofesi sebagai buruh rongsok itu harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Kedaton.
Kapolsek Kedaton, Kompol Try Maradona mengatakan, pelaku merupakan warga Desa Sinar Jati, Lamsel.
"Pelaku tega menganiaya korban hingga tewas karena kesal korban menjual barang rongsokan milik pelaku yang dititipkan tanpa izin," kata Try saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, korban dan pelaku memang saling kenal dan sama-sama berprofesi sebagai tukang rongsok.
"Pelaku ini tega aniaya korban, karena kesal barang rongsokan miliknya, dijual oleh korban tanpa seizin pelaku," ucapnya.
Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, menganiaya korban menggunakan gancu (besi pengait) dan pisau.
"Dimana pelaku menusukkan pisau tersebut ke arah dada korban sebanyak 2 kali, hingga mengakibatkan korban terkapar tewas bersimbah darah," jelasnya.
Usai melakukan kejahatan tersebut, pelaku sempat melarikan diri, namun tak berselang lama berhasil diamankan oleh polisi.
"Pelaku kita amankan di pinggir jalan dekat perlintasan kereta api, di wilayah Kampung Baru, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, 3 jam pasca peristiwa tersebut terjadi," imbuhnya.
Kini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kedaton guna pemeriksaan lebih lanjut. Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 bilah gancu (besi pengait).
"Sedangkan 1 bilah pisau yang diakui oleh pelaku sebagai alat yang digunakan untuk menganiaya korban masih dalam pencarian petugas," ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 Sub Pasal 351 ayat (3) KUHPidana, tentang Pembunuhan atau Penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia, dengan ancamam hukuman penjara maksimal 15 tahun. (*)
Berita Lainnya
-
Tujuh Bulan Buron, Pelaku Penggelapan Kopi Rp1,3 Miliar di Lampung Barat Ditangkap
Kamis, 11 Juni 2026 -
Laporkan Dugaan Penggelapan Kopi Rp1,3 Miliar, Petani Lampung Barat Kini Dilaporkan Balik
Kamis, 11 Juni 2026 -
Fave+ Hotel Lampung Diduga Gunakan Trotoar untuk Lahan Parkir
Kamis, 11 Juni 2026 -
12.206 Siswa Lulus Seleksi Masuk SMA Unggul di Lampung
Kamis, 11 Juni 2026








