Hanya Miliki 400 Hektar Sawah, Bandar Lampung Bergantung Pasokan Beras Luar Daerah
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Erwin, saat diwawancarai, Jumat (23/2/2024). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot)
Bandar Lampung disebut memiliki 400 hektar sawah yang saat ini ditanami pangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 187
hektar diantaranya telah terairi oleh air irigasi. Dan dari jumlah itu diakui masih sangat kurang mencukupi kebutuhan pangan warga setempat.
"Luas sawah di Bandar Lampung ada sekitar 400 hektar, dan yang baru teraliri irigasi yaitu 187 hektar," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Erwin, Jumat (23/2/2024).
Erwin menyebut, dengan luasan sawah yang dimiliki, saat ini memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat yang ada di kota berjuluk Tapis Berseri itu.
"Belum mencukupi. Karena lahannya sedikit, jadi (beras) didatangkan dari luar daerah juga," ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar ditanami padi oleh masyarakat dan
saat ini telah mulai memasuki masa panen.
"Mulai musim panen untuk di Bandar Lampung. Dan kita
belum bisa hitung berapa ton perkiraan hasilnya," ucap dia.
Meski harga beras sedang mahal dan langka, Ia pun memastikan
bahwa stok di Bandar Lampung masih aman.
"InsyaAllah aman sampai dengan hari raya idul
Fitri," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung,
Wilson Faisol mengatakan naiknya harga beras di kota setempat dampak dari terjadinya
musim kemarau, kemudian el-nino lalu terjadi gagal panen.
"Jadi ada daerah yang gagal panen sehingga ada kenaikan
harga beras. Tak hanya beras, bawang dan cabai juga mengalami kenaikan,"
ungkapnya.
Kemudian lanjutnya, sebagian daerah menjadi penunjang bahan
pokok Kota Bandar Lampung seperti wilayah Metro dan daerah lainnya.
"Sehingga barangnya yang sudah masuk ke pasar dan
menekan penurunan harga walaupun sedikit. Pemkot sendiri untuk antisipasi itu akan segera melaksanakan pasar murah yang akan dimulai awal bulan puasa,"
tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Efisiensi Energi sebagai Jalan Nyata Menuju Kemandirian Energi di Lampung, Oleh: Elka Pranita
Rabu, 08 April 2026 -
Kenaikan Harga Plastik Tekan Pelaku Usaha Tahu di Bandar Lampung, Biaya Produksi Naik Hingga Dua Kali Lipat
Rabu, 08 April 2026 -
UniRank 2026: UIN Raden Intan Lampung Kembali Masuk 6 Besar PTKIN
Rabu, 08 April 2026 -
Harga Plastik Naik, Disperindag Lampung Imbau Industri Tahu Tempe Gunakan Daun Pisang
Rabu, 08 April 2026








