• Selasa, 23 April 2024

Antisipasi Korban Lain, Ketua DPRD Lambar Minta Pemkab Serius Cari Solusi Kasus Harimau Sumatera

Jumat, 23 Februari 2024 - 11.18 WIB
90

Ketua DPRD Lambar, Edi Novial. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Barat, Edi Novial meminta, pemerintah daerah setempat untuk serius mencari solusi terkait permasalahan konflik antara Harimau dan manusia di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) yang telah memakan dua korban.

Edi Novial mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi, sebab masyarakat dibuat resah dan takut atas peristiwa naas yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ia menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya dua warga korban keganasan harimau sumatera tersebut.

"Permasalahan konflik antara hewan dan manusia yang terjadi saat ini harus diselesaikan agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas berkebun, terlebih mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani yang banyak menghabiskan waktu di kebun," kata Edi, Jumat (23/2/2024).

"Sehingga saya mengimbau pemerintah daerah agar terus melakukan koordinasi lintas sektor baik dengan BKSDA, BBTNBBS serta seluruh pihak terkait lainnya untuk segeta mencari solusi konkrit dari permasalahan ini, jangan sampai menunggu ada korban lagi," tegasnya.

Sesuai arahan yang telah disampaikan, ia meminta agar masyarakat mematuhi untuk membatasi aktivitas berkebun terutama di jam-jam rawan, menurutnya masyarakat perlu melakukan antisipasi dengan mentaati semua himbauan yang telah dikeluarkan oleh pihak terkait.

"Ini semua demi kebaikan kita bersama, masyarakat juga harus membantu pemerintah menangani permasalahan ini agar tidak timbul korban lagi, masyarakat harus dilindungi jangan sampai nyawa manusia kembali menjadi korban sehingga sekali lagi kita harus bersama menanggulangi kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya tim gabungan TNI Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Mitra WCS, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kecamatan hingga Pekon (Desa) dan masyarakat membentuk tim evakuasi harimau sumatera.

BACA JUGA: Ngeri, Warga BNS Lambar Diduga Tewas Diserang Harimau

Hal itu dilakukan menindaklanjuti peristiwa yang menimpa warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, yang tewas mengenaskan karena serangan harimau sumatera. Pihaknya membentuk sejumlah tim melakukan evakuasi terhadap hewan buas yang meresahkan warga itu.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Ryky Widya Muharam mengatakan, petugas gabungan telah melakukan rembuk terkait rencana evakuasi harimau sumatera di rumah Peratin (Kepala Desa) Bumi Hantatai bernama Sahrudin, terdapat beberapa langkah yang diambil upaya evakuasi harimau.

"Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pemerintah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) segera membuat surat himbauan ke masyarakat yang memiliki kebun di sekitar TNBBS jangan melakukan aktivitas sementara waktu," kata dia kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Kemudian pihak BKSDA, BBTNBBS dibantu Kodim 0422/LB dan jajaran Polres Lampung Barat membentuk tim khusus untuk melakukan pemasangan kandang jebakan yang dibawa oleh BKSDA seksi lll Lampung untuk menangkap dan evakuasi harimau dari wilayah setempat.

Selain membentuk tim pemasangan, mereka pihaknya juga membentuk tim untuk memantau keberadaan harimau memastikan hewan buas tersebut bisa masuk kandang jebakan yang telah dipasang agar evakuasi terhadap harimau bisa berjalan maksimal.

"Kita juga telah membentuk tim pendukung guna memaksimalkan keberhasilan evakuasi harimau yang telah menyerang warga tersebut, sehingga kita berharap langkah yang telah kita buat bersama tim gabungan bisa membuahkan hasil yang maksimal," pungkasnya. (*)