• Selasa, 23 April 2024

13 Ribu Ton Jagung SPHP Telah Disalurkan Bulog ke Peternak di Lampung

Jumat, 23 Februari 2024 - 13.13 WIB
67

Kepala Perum Bulog Kanwil Lampung, Taufan Akib saat dimintai keterangan. Jumat, (23/2/2024). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perum Bulog Kantor wilayah (Kanwil) Lampung hingga 20 Februari 2024, telah menyalurkan sebanyak 13.642 ton jagung kepada para peternak yang ada didaerah setempat.

Kepala Perum Bulog Kanwil Lampung, Taufan Akib mengatakan, jika jagung yang disalurkan kepada para peternak tersebut merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Kami sudah menyalurkan jagung kepada para peternak yang terhimpun didalam pinsar petelur. Ini untuk jumlah yang telah kami salurkan ke peternak di wilayah Lampung itu sebanyak 13.642 ton," kata Taufan saat dimintai keterangan, Jum'at (23/2/2024).

Ia mengatakan, jika jumlah jagung yang telah disalurkan tersebut mencapai 72,43 persen dari jumlah alokasi yang diberikan untuk peternak di Lampung sebanyak 18.836 ton.

"Realisasi yang disalurkan sebesar 72,43 persen untuk semua peternak di wilayah Lampung. Kami ditugaskan menyalurkan jagung karena melihat ketersediaan jagung saat ini sangat dibutuhkan," ujarnya.

Menurutnya, dasar dari pelaksanaan penyaluran jagung SPHP tersebut berdasarkan surat Bapanas Nomor 374/TS.02.02/K/11/2023 tanggal 22 November 2023 perihal Pelaksanaan SPHP jagung tahun 2023-2024.

"Untuk target penerima jagung merupakan peternak mandiri layer, yang disalurkan melalui koperasi PPN Lampung Sejahtera  dan KETAT Sejahtera Mandiri," jelasnya.

Ia menjelaskan, jika untuk PPN Lampung Sejahtera mendapatkan kuota 18,622 ton dan yang sudah tersalurkan sebanyak 15,220 ton atau 81.73 persen.

"Kalau untuk Ketat Sejahtera Mandiri sendiri kuota nya 214,940 ton dan semua sudah tersalurkan semua atau realisasi nya sudah 100 persen," jekasnya.

Sebelumnya, Ketua Pinsar PPN Wilayah Lampung, Jenny Soelistiani berharap, program SPHP jagung dapat membuat kebutuhan peternak tercukupi serta harga nya dapat terkendali.

"Harapan nya jagung ini dapat memenuhi kebutuhan peternak dan harga terkendali. Minimal ada koreksi harga jagung ke arah yang lebih wajar walaupun tetap tinggi," kata Jenny.

Menurutnya, bahan baku pakan ternak ayam 50 persen berasal dari jagung. Selain itu kenaikan harga jagung juga tidak diimbangi dengan harga telur yang juga ikut naik.

"Jagung menjadi kebutuhan 50 persen pakan, kalau jagung mahal otomatis HAP naik. Kalau telurnya murah pasti peternak rugi dan sekarang ini posisinya sudah seperti itu," pungkas Jenny. (*)