• Selasa, 23 April 2024

Masyarakat Dilarang Berkebun, Tim Gabungan Pasang Kandang Jebakan Evakuasi Harimau Sumatera

Kamis, 22 Februari 2024 - 19.32 WIB
400

Tim gabungan saat berdiskusi menentukan langkah evakuasi Harimau Sumatera di rumah Kepala Desa Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kamis (22/2/2024). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Tim gabungan dari anggota TNI Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Mitra WCS, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kecamatan hingga Pekon (Desa) dan masyarakat membentuk tim evakuasi harimau sumatera.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti peristiwa yang menimpa warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, yang tewas mengenaskan karena serangan harimau sumatera. Pihaknya membentuk sejumlah tim melakukan evakuasi terhadap hewan buas yang meresahkan warga itu.

Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam mengatakan petugas gabungan telah melakukan rembuk terkait rencana evakuasi harimau sumatera di rumah Peratin (Kepala Desa) Bumi Hantatai bernama Sahrudin, terdapat beberapa langkah yang diambil upaya evakuasi harimau.

"Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pemerintah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) segera membuat surat himbauan ke masyarakat yang memiliki kebun di sekitar TNBBS jangan melakukan aktivitas sementara waktu," kata dia kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Kemudian pihak BKSDA, BBTNBBS dibantu Kodim 0422/LB dan jajaran Polres Lampung Barat membentuk tim khusus untuk melakukan pemasangan kandang jebakan yang dibawa oleh BKSDA seksi lll Lampung untuk menangkap dan evakuasi harimau dari wilayah setempat.

Selain membentuk tim pemasangan, pihaknya juga membentuk tim untuk memantau keberadaan harimau memastikan hewan buas tersebut bisa masuk kandang jebakan yang telah dipasang agar evakuasi terhadap harimau bisa berjalan maksimal.

"Kita juga telah membentuk tim pendukung guna memaksimalkan keberhasilan evakuasi harimau yang telah menyerang warga tersebut, sehingga kita berharap langkah yang telah kita buat bersama tim gabungan bisa membuahkan hasil yang maksimal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga Desa Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) bernama Sahri diduga tewas karena diserang hewan buas saat sedang berada di kebun miliknya, peristiwa naas tersebut terjadi pada Rabu (21/2/2024).

Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam melalui Kapolsek Suoh Iptu Edward Panjaitan mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, kronologis kejadian saat korban pergi ke kebun miliknya untuk melakukan aktivitas.

Namun hingga petang korban tak kunjung pulang, sehingga pada Pukul 17.00 WIB, keluarga korban berinisiatif melakukan pencarian terhadap korban. Saat melakukan pencarian hanya ditemukan tangki semprot milik korban dalam kondisi rusak.

"Akhirnya keluarga korban langsung melapor ke kepala Dusun Peninjauan dan kemudian melapor ke Aparat Pekon Bumi Hantatai dan Polsek Suoh," kata dia kepada wartawan saat dikonfirmasi, Kamis (22/2/2024).

Berdasarkan laporan tersebut Polsek Suoh langsung menuju lokasi untuk mencari keberadaan korban, tim gabungan bersama masyarakat kemudian langsung melakukan pencarian terhadap korban disekitar lokasi kejadian.

Kondisi cuaca hujan sempat menyulitkan pencarian korban, sehingga pencarian sempat ditunda kemudian pencarian terhadap korban dilanjutkan sekitar pukul 23:00 WIB setelah cuaca hujan reda.

Tim gabungan Polsek Suoh, Resor kehutanan, Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh dan mitra WCS dibantu Warga dan keluarga korban menuju ke sekitar kebun korban untuk melakukan pencarian lebih mendalam.

"Kemudian setelah dilakukan pencarian cukup lama Kamis (22/2/2024) sekitar pukul 02.00 WIB korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia 300 meter dari kebun korban dan organ tubuh sudah tidak utuh," jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas BNS korban meninggal dunia diduga karena terkaman binatang buas. saat ini korban sudah di bawa kerumah duka keluarga sudah ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban.

Sekedar diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun jenazah di temukan dengan kondisi paha kanan sudah tidak ditemukan, dan bekas taring di bagian leher dan di temukan Tapak harimau. (*)