4 Desa di Lampung Selatan Diproyeksikan Jadi Obyek Wisata Baru
Kadis PMD Lamsel Erdiyansyah saat diwawancarai di ruang kerjanya. Rabu (7/2/2024). Foto: Handika/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Lampung Selatan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung
Selatan (Lamsel) mendorong desa yang memiliki potensi obyek wisata untuk
dikembangkan dan dikelola melalui badan usaha milik desa (BUMDes).
Hal itu diutarakan Kadis PMD Lamsel Erdiyansyah, mengatakan Tahun 2024 ini, dirinya telah merancang pilot project desa wisata yang dikelola oleh BUMDes dan diharapkan kedepan bisa menjadi obyek wisata yang diminati oleh masyarakat.
"Diantaranya, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan dan Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo," urainya. Rabu (7/2/24).
Dimana, proyek
percontohan desa wisata telah memiliki kelembagaan pengelolaan yang sudah baik,
variasi objek wisata, home stay, pertunjukan seni, atraksi seni budaya, akses
dan sarana penunjang pariwisata.
"Tahun lalu,
sudah ada 50 desa wisata yang dicantumkan dalam Surat Keputusan Bupati Lampung
Selatan tertanggal 14 Agustus 2023," cetusnya.
Disamping itu, Dinas
PMD juga memproyeksikan desa wisata baru untuk memperluas objek wisata di
Kabupaten Lampung Selatan.
Semisal, Desa Sabah
Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, memiliki potensi wisata hutan karet dan rumah
kolonial jaman Belanda.
Lalu, Desa Maja,
Kecamatan Kalianda, terdapat wisata pantai dan Goa Jepang. Desa Mekar Jaya,
Kecamatan Merbau Mataram, ada agrowisata dan air terjun.
Kemudian, Desa Karya
Tunggal, Kecamatan Katibung, terdapat pantai dan air terjun yang langsung
menjorok ke pantai. Desa Banyumas, Candipuro, akan memanfaatkan bendungan
sebagai obyek wisata.
Kemudian Pulau
Sebuku, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, menawarkan wisata kehidupan alami.
Serta, wisata mangrove di Desa Sumber Nadi dan Desa Berundung, Kecamatan
Ketapang, serta Desa Sebalang, Kecamatan Katibung.
"Kesemua desa
wisata tersebut merupakan hidden gem di Kabupaten Lampung Selatan," tandas
Erdi.
Erdiyansyah
mengatakan, pemerintah desa perlu memaksimalkan potensi yang ada di desa
masing-masing.
"Contohnya
alun-alun. Bisa dimanfaatkan untuk menggali potensi ekonomi desa," kata
Erdi sapaan akrabnya.
Menurut Erdi,
alun-alun bisa disulap sedemikian rupa seperti fasilitas berjualan dan pentas
seni sehingga menjadi lokasi sentra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Setelah menjadi
penggerak ekonomi UMKM, lokasi alun-alun bisa menyumbang pendapatan asli desa
(PAD)," sambungnya.
Erdi berharap,
pengembangan kawasan alun-alun oleh masing-masing desa juga bisa berdampak
positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat. (*)
Berita Lainnya
-
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026 -
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Kapolres Lamsel Ingatkan Personel Hindari Ego Sektoral
Kamis, 12 Maret 2026 -
109 SPPG di Lampung Selatan Belum Kantongi SLHS, DPRD Minta Dinas Dampingi Pengelola
Kamis, 12 Maret 2026 -
Bupati Egi Tegaskan Komitmen Lindungi Pendirian Gereja di Lampung Selatan
Senin, 22 Desember 2025



