• Jumat, 23 Februari 2024

Debat Pamungkas Capres, Ganjar-Mahfud Janji Setia Pada Rakyat, Anies Bicara Ketimpangan, Prabowo Usung Rencana Strategis Transformasi Bangsa

Senin, 05 Februari 2024 - 08.20 WIB
39

Ketiga capres 2024 dalam debat capres kelima Minggu (4/2/2024) malam. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar debat kelima calon presiden (Capres) Pemilu 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024) malam. Tiga capres hadir dalam debat yakni Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Ketiga capres hadir didampingi cawapresnya masing-masing yaitu Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD. Debat terakhir ini mengangkat tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. Debat akan dipandu oleh dua moderator, yakni Andromeda Mercury dan Dwi Anggia.

Durasi debat sama seperti debat sebelumnya, yakni 120 menit dan terdiri atas enam segmen. Segmen pertama debat akan dibuka dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja; segmen kedua, ketiga, keempat, dan kelima berupa pendalaman visi, misi, dan program kerja serta segmen keenam adalah masing-masing capres menyampaikan pernyataan penutupnya.

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mendapat urutan pertama memaparkan visi, misi, dan program kerja di debat kelima ini. Prabowo mengatakan memiliki rencana besar bernama strategis transformasi bangsa. Intinya adalah meningkatkan kemakmuran bangsa Indonesia terutama memperbaiki kualitas manusia hidup Indonesia.

“Proyek strategis kita adalah memberi makan bergizi kepada seluruh anak-anak Indonesia termasuk yang masih dalam kandungan ibunya, sekolah dini sampai yang dewasa. Ini akan mengatasi angka kematian ibu melahirkan, mengatasi kekurangan gizi anak atau stunting, menghilangkan kemiskinan ekstrem, menyerap hasil petani dan nelayan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 1,5-2 persen,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, pihaknya juga akan mengatasi masalah fundamental bangsa Indonesia saat ini yakni menghilangkan kemiskinan, membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten/kota, dan membangun puskesmas modern di setiap desa.

“Kami akan segera mempercepat mengatasi kekurangan dokter di Indonesia yang masih kurang 140 ribu dokter. Kami akan menambah jumlah fakultas kedokteran yang kini 92 menjadi 300 fakultas kedokteran. Serta membangun 3 juta rumah untuk warga kurang mampu yaitu 1 juta rumah di pedesaan, 1 juta rumah di pesisir dan 1 juta rumah di perkotaan,” paparnya.

Prabowo juga mengatakan memiliki program pendidikan strategis yakni memperbaiki gaji guru dan honorer serta meningkatkan kompetensi guru, penyelenggara negara seperti ASN, TNI, Polri dan penyuluh pertanian dengan memperbaiki gajinya sehingga kualitas hidup mereka akan baik dan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat memaparkan visi, misi dan program kerjanya mengatakan, membangun Indonesia itu harus dimulai dalam tiga bagian.

"Membangun Indonesia yang beradab kita mulai dari tiga bagian. Kita punya kepribadian dalam kebudayaan dan itu mesti masuk dalam jiwa insan Indonesia dan tentu sajak kesehatan menjadi yang pertama," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, langkah preventif menjaga pola hidup sehat memang penting dalam menciptakan kesehatan di masyarakat. Namun, hal itu juga harus diperkuat dengan layanan fasilitas yang memadai.

Ganjar mengaku telah menyiapkan program satu fasilitas kesehatan (faskes)  di tiap satu desa. Program itu akan dijalankan di seluruh Indonesia. "Akses kesehatan diperlukan di tiap desa, maka kenapa Ganjar-Mahfud buat satu desa, satu faskes, satu nakes (tenaga kesehatan)? Karena kami ingin mereka dapat yang terbaik," katanya.

Menurut Ganjar, lewat program itu tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengeluhkan terkait akses kesehatan. Dia berharap program itu bisa menjadi jawaban terhadap persoalan sulitnya akses kesehatan di Indonesia.

"Dan kemudian ibu, anak, lansia, disabilitas, masyarakat adat akan dapat peran yang sama di dalam layanan kesehatan di mana daerah terisolir mereka membutuhkan akses ini dengan sangat bagus," katanya.

Ganjar mengaku mendapatkan masukan dari kaum buruh untuk segera meninjau ulang Undang-Undang Cipta Kerja. Ganjar menyatakan pentingnya memperhatikan pendidikan yang inklusi. Dia menyebut pendidikan yang inklusi itu akan berpengaruh pada dunia kerja.

"Tolong betul agar sekolah makin inklusi dan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang diskriminatif, setelah itu barulah mereka bekerja. dan tentu saja keterampilan yang dia dapatkan melalui pendidikan yang baik ini akan mendorong atau bisa merespons lapangan kerja yang sangat terbuka dan upah buruh yang baik," kata Ganjar.

Ganjar lantas cerita terkait dirinya yang mendapatkan berbagai masukan dari kaum buruh. Dia menyebut salah satunya yakni berkaitan dengan revisi UU Cipta Kerja.

"Sehingga kawan-kawan buruh kemarin bertemu dengan saya 'tolong pak segera review UU cipta kerja karena ini yang perlu mendapatkan keseimbangan dengan nasib kami'," ucapnya.

Ganjar Pranowo juga mengungkit pengunduran diri Mahfud Md dari jabatan Menkopolhukam. Ganjar mengatakan demokrasi harus berjalan baik dengan memberikan contoh keteladanan mengenai integritas.

"Tentu saja Bapak Ibu dalam politik kali ini mesti diberikan contoh demokrasinya harus lebih baik, demokratisasi berjalan baik, kemudian contoh atau teladan pemimpin yang baik dan tidak ada konflik kepentingan seperti Pak Mahfud mencontohkan dia mundur agar ini membangun integritas yang baik," kata Ganjar.

Ganjar juga mengungkit keresahan yang diungkapkan oleh sejumlah tokoh. Dia menegaskan Indonesia harus berbudaya dan berada dalam koridor yang baik

"Tentu saja keresahan yang muncul baik dari Gus Mus, Muhammadiyah, Romo Frans Magnis, Goenawan Muhammad dan kampus-kampus mesti menjadi catatan kita bersama bahwa kita dalam konteks berindonesia berbudaya semua harus dalam koridor yang baik," ujar Ganjar.
Ganjar mengatakan pembangunan Indonesia harus berorientasi SDM. Dia juga menyinggung istilah dalam peribahasa Jawa saat berbicara mengenai pembangunan manusia.

"Dan tentu saja pembangunan ini harus berorientasi kepada SDM atau manusia, budi pekerti yang baik, sopan, toleran. Tidak adigang, adigung, adiguno sehingga mereka menjadi manusia yang lengkap. Ini bisa berjalan dengan cepat kalau digitalisasi kita lakukan, infrastruktur teknologi informasi baik, kemudian tersebar internetnya bisa cepat dan mereka akan bisa mendapatkan media yang bagus untuk mengembangkan diri," ujar Ganjar

Ganjar berjanji akan memperhatikan kelompok rentan. Mereka yang masuk kelompok rentan yakni perempuan dan disabilitas. "Ada dua yang utama: kelompok perempuan dan yang kedua kelompok disabilitas," kata Ganjar.


Ganjar yakin dengan melakukan hal-hal tersebut, kelompok rentan bisa mendapat keterampilan sehingga membuka peluang kerja dengan upah layak.

Saat menyampaikan pernyataan penutupnya, Ganjar berjanji bersama Cawapresnya Mahfud MD akan taat kepada Tuhan, patuh pada hukum dan keadilan, serta setia kepada rakyat.

"Bapak Ibu yang sangat saya hormati, saya dan Pak Mahfud punya 3 janji, taat kepada Tuhan, patuh kepada hukum dan keadilan, dan setia kepada rakyat," kata Ganjar.

Ganjar mengaku janji-janji itu harus disampaikan karena rakyat membutuhkan itu. "Kenapa ini harus saya sampaikan? Selama kita berkeliling, kita dengarkan baik-baik, apa yang rakyat sampaikan," imbuhnya.
Ganjar lantas menyebut ada tiga hal yang didapatkannya selama berkeliling itu. Salah satunya, kata dia, rakyat terlalu sering dikecewakan pemimpinnya.

"Bangsa ini sering sekali dikecewakan oleh para pemimpinnya, kita tidak mau lagi itu terjadi. Mulai dari fasilitas kesehatan yang tidak terpenuhi, mulai dari pendidikan yang tidak inklusi, lapangan kerja yang tidak bisa menjangkau lebih banyak orang, atau barangkali bagaimana seribu kehidupan pertama untuk mencegah stunting itu mesti betul betul dilakukan agar bangsa ini punya investasi besar terhadap SDM yang ada di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Capres nomor urut 1, Anies Baswedan saat menyampaikan visi, misi dan program kerjanya mengatakan, akan memberikan bantuan sosial (bansos) plus demi kepentingan warga yang diberi bansos.

Awalnya, Anies mengatakan keluarga sejahtera harus diberi upah yang layak. Bahkan, jika perlu, juga diberi bansos plus.

"Keluarga sejahtera karena upahnya layak, dan bila membutuhkan diberikan bansos sesuai kebutuhannya. Bansos plus," kata Anies. Anies menegaskan bahwa bansos ini diberikan untuk kepentingan yang diberi. Bukan untuk kepentingan yang memberi.

"Bukan memberikan bansos untuk kepentingan yang memberi tapi untuk kepentingan yang diberi," katanya. Anies ingin persatuan ditopang oleh rasa keadilan. "Kita menginginkan persatuan karena ditopang dengan rasa keadilan," lanjutnya.


Anies menyebut persoalan kesehatan masih terlalu fokus pada hal yang bersifat kuratif. Padahal, menurutnya, urusan kesehatan harus dilakukan di lintas sektoral.

"Bahwa salah satu persoalan utama adalah pusat kesehatan masyarakat kita saat ini diarahkan terlalu fokus pada hal-hal yang sifatnya kuratif. Lalu urusan kesehatan seakan menjadi urusan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan saja, dan salah satu masalah utama adalah banyak yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat," ujar Anies.

"Karena itu kami melihat yang disebut sebagai promotif, preventif, kuratif ini harus seimbang. Jadi kesehatan itu harus lintas sektoral, kami pernah lakukan ini di Jakarta," tambahnya

Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bercerita soal upayanya dalam menangani urusan kesehatan. Salah satunya yakni membangun jalur sepeda.

"Yang kita kerjakan misalnya membangun air bersih, misalnya di Kepulauan Seribu, supaya mereka dapat air yang sehat. Yang kedua membangun taman, jalur sepeda, kemudian membangun trotoar, membuat orang berjalan kaki, festival olahraga," ujarnya

"Jadi unsurnya adalah lintas sektoral supaya dana itu bukan hanya dinas kesehatan tapi pada semua bidang yang terkait dengan preventif, promotif," tambahnya

Anies mengatakan persoalan terbesar Indonesia adalah ketimpangan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan. Dia menyebutkan ada sejumlah ketimpangan yang terjadi di Indonesia.

"Persoalan terbesar bangsa kita hari ini, republik kita hari ini adalah ketimpangan, ketidaksetaraan, ketidakadilan," kata Anies.

"Ketimpangan antara Jakarta dan luar Jakarta, Jawa-luar Jawa, kaya-miskin, desa-kota, pendidikan umum-pendidikan agama, pendidikan kejuruan-pendidikan teknis," tambahnya.

Dia mengatakan ketimpangan yang terjadi ini membahayakan Indonesia. Dia melanjutkan, ketimpangan juga terjadi di bidang perekonomian di mana segelintir orang menguasai sebagian besar perekonomian masyarakat.

Menurutnya, para pendiri Indonesia tidak melakukan hal tersebut di awal kemerdekaan. Menurutnya, para founding fathers berkomitmen untuk mendirikan Republik Indonesia untuk semua kalangan.

"Ketika republik ini didirikan, para pendirinya 60 orang anggota BPUPKI, mereka adalah orang-orang terdidik, mereka adalah dari kaum privilege, tapi mereka mendirikan republik untuk semua. Bukan mendirikan republik untuk kepentingan dirinya, golongannya, ataupun keluarganya. Mereka mendirikan ini untuk semuanya," ujar dia

Namun, menurutnya, saat ini arah pembangunan Indonesia tak lagi menuju cita-cita para pendiri bangsa. "Sekarang kita jauh dari cita-cita republik ini. Ketika para pendiri itu, kaum intelektual, mereka memilih berjuang di jalur politik," katanya.


Anies berjanji akan mengembalikan Indonesia ke tujuan awal pendirian republik. "Saya berangkat sebagai pengajar, mendapat panggilan tugas di wilayah politik. Kami akan membawa gagasan pendiri republik untuk kembali mewarnai republik ini," ujar dia.

Di akhir debat, Anies memakai istilah dari tiga bahasa di Tanah Air.
Adapun ketiga bahasa yang dipakai Anies adalah Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan Bahasa Ambon. Anies memakai istilah bahasa Jawa dalam menyampaikan prinsipnya mewujudkan bangsa yang sehat, cerdas, sejahtera, serta bersatu.

"Kita menyaksikan begitu banyak orang punya prinsip 'sopo wani rekoso, bakal gayuh mulyo'. (artinya) Siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti meraih kemuliaan. Tapi bila kesempatannya ada, bila kesempatan tidak ada menghasilkan frustasi," kata Anies.

Lalu, Anies memakai istilah dalam bahasa Sunda. Dia menyampaikan dengan bahasa Sunda ketika bicara terkait prinsip konsistensi antara ucapan dan perbuatan ketika diberi amanat.

"Dan kami ketika menjalankan amanat, maka kami akan memegang prinsip 'ngadeg sacekna nila saplasna' (artinya) konsistensi ucapan dan perbuatan menjunjung kejujuran dan kearifan," ucap Anies.

"Ini komitmen kami, fokus pada pembangunan manusia Indonesia, menghadirkan kesetaraan, menghadirkan keadilan, dengan seperti itu kita ada persatuan, perubahan saatnya kita kerjakan," tambahnya.

Terakhir, Anies sedikit memakai bahasa Ambon. "Katong (kita) bergerak untuk perubahan, untuk seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada," imbuhnya. (*)


Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 5 Februari 2024 dengan judul "Ganjar-Mahfud Janji Setia Pada Rakyat"