• Sabtu, 16 Mei 2026

Sepanjang 2023, Timbulan Sampah di Lampung Meningkat 19 Ribu Ton

Jumat, 02 Februari 2024 - 10.55 WIB
95

Warga saat memisahkan sampah yang bisa didaur ulang di TPA Bakung, Bandar Lampung. Foto: Dok/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung mencacat bahwa timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang ada didaerah setempat tiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Kepala DLH Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati mengatakan, jika timbulan sampah di Lampung pada tahun 2023 kemarin mengalami peningkatan sebanyak 19.035,96 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Timbulan sampah di Lampung pada tahun 2023 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Timbulan sampah pada 2023 sebanyak 1.667.095,77 sementara tahun sebelumnya 1.648.059,81," katanya saat dimintai keterangan, Jum'at (2/2/2024).

Ia juga mengatakan, jika timbulan sampah yang dihasilkan tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota. Dengan rincian Kabupaten Lampung Barat 47.654,35, Tanggamus 93.917,82, Lampung Selatan 230.726,72.

"Kemudian Lampung Timur 197.688,93, Lampung Tengah 290.729,95, Lampung Utara 114.808,01, Way Kanan 68.442,90, Tulang Bawang 69.251,30 dan Pesawaran 67.732,46," paparnya.

Dilanjutkan dengan Pringsewu 60.548,10, Mesuji 29.939,63, Tulangbawang Barat 41.217,26, Pesisir Barat 23.392,85, Bandar Lampung 288.990,68 dan Metro 42.065,90.

"Jadi yang terbanyak pertama adalah Lampung Tengah, Bandar Lampung dan Lampung Utara yang sudah mencapai ratusan ribu ton. Ini juga akibat jumlah penduduk yang juga banyak," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Emil berharap agar keberadaan bank sampah yang ada di tiap daerah dapat dimaksimalkan sehingga penanganan sampah dapat dilakukan dengan optimal.

"Pada tahun 2022 kemarin sampah yang dihasilkan sebesar 33,65 persen itu dapat dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan hanya 6.75 persen yang dimanfaatkan kembali dengan cara didaur ulang," tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap, agar bank sampah yang telah terbentuk dapat aktif semua. Dimana semua kabupaten/kota di Lampung sudah memiliki bank sampah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Bank sampah kan dibuat dengan tujuan untuk menciptakan pemukiman yang bersih dan nyaman. Selain itu warga juga bisa mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan dan kemudian dijual ke bank sampah," harapnya.

Pada kesempatan tersebut Emil juga menjelaskan jika pada tahun 2023 kemarin sebanyak 567 desa atau kampung di Provinsi Lampung diusulkan untuk menjadi progam kampung iklim (Proklim).

"Pada 2023 kemarin kampung yang diusulkan sebanyak 567 dan untuk penilaiannya akan dilakukan pada Juni 2024 ini. Untuk di Lampung sudah ada 70 lebih desa atau kampung yang masuk dalam Proklim," kata Emil.

Menurut Emil, desa atau kampung yang ingin masuk kedalam proklim maka harus melakukan beberapa hal salah satunya ialah pengelolaan sampah.

"Kemudian ada juga peningkatan ruang terbuka hijau, dan syarat daerah mau dapat kategori adipura maka didaerah nya harus ada proklim," pungkas Emil. (*)

Editor :