• Jumat, 01 Maret 2024

Miris! Tak Ada Jembatan ke Pemakaman, Warga Pemerihan Pesibar Gotong Jenazah Seberangi Sungai

Selasa, 16 Januari 2024 - 21.43 WIB
114

Jenazah seorang warga Desa (Pekon) Pemerihan, kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) terpaksa digotong sejumlah warga menyeberangi sungai. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Tidak memiliki akses penyeberangan, jenazah seorang warga Desa (Pekon) Pemerihan, kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) terpaksa digotong sejumlah warga menyeberangi sungai yang memiliki kedalaman dan arus yang cukup deras menuju ke pemakaman.

Berdasarkan video berdurasi 1 menit 28 detik yang diterima Kupastuntas.co tampak sejumlah warga bergotong royong membawa jenazah menyeberangi sungai dengan kedalaman hingga leher orang dewasa, warga menggunakan sebuah ban.

Dibalut kain pemakaman hijau keranda yang membawa jenazah tersebut diletakkan diatas sebuah ban dalam mobil yang telah diisi angin. Warga lain menambatkan seutas tali sebagai pegangan warga agar tidak hanyut terbawa arus.

Dengan berhati-hati sekitar enam orang warga memegangi ban dan keranda jenazah menyusuri sungai menuju tempat pemakaman di susul sejumlah warga lain. Terdengar warga minta berhati-hati agar jenazah tidak sampai jatuh ke sungai.

Terlihat kondisi sungai selain dalam juga berwarna cokelat keruh seperti habis terjadi banjir sehingga masyarakat harus hati-hati untuk menyebrang. Tidak berselang lama jenazah pun berhasil dibawa menuju seberang untuk di makamkan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun kupastuntas.co peristiwa tersebut terjadi hari ini Selasa (16/1/2024).

Hal tersebut dibenarkan Peratin (Kepala Desa) Pemerihan, Subantoro, tidak adanya akses jembatan menjadi kendala.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi sebab menurutnya masyarakat sudah mengalami hal tersebut selama bertahun-tahun sedangkan akses makam dan tempat pemukiman warga dibatasi aliran sungai yang cukup dalam. 

"Iya benar warga harus menyeberangi sungai untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman, karena sampai saat ini belum ada akses jembatan yang di bangun menghubungkan  jalur tersebut," kata dia kepada wartawan, Selasa (16/2/2024).

Ia menceritakan, semenjak pekon Pemerihan terbentuk akses jembatan memang belum pernah dibangun, terlebih ketika hujan air sungai mengalami banjir sehingga tambah menyulitkan masyarakat untuk menyebrang.

"Kalau sungai banjir warga harus menggunakan rakit untuk menyeberang, dan karena memang letak TPU kami di seberang sungai dan kebetulan bertempat di tanah TNBBS yang memang dulunya di situlah letak pemukiman warga," ujarnya.

Sebelumnya, ia dan masyarakat sudah pernah mengajukan bantuan untuk pembangunan jembatan ke provinsi untuk mudahkan masyarakat mendapatkan akses yang layak terlebih ketika ada warga yang meninggal dunia untuk dimakamkan.

Namun hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah terkait usulan pembangunan jembatan penghubung itu. Ia dan warga berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih ke masyarakat setempat.

"Harapan kami agar pemerintah bisa memperhatikan kami paling tidak bisa membangunkan jembatan bagi kami agar masyarakat tidak mengalami kesulitan, jika mengandalkan Dana Desa kami rasa tidak akan cukup," pungkasnya. (*)