Waspada! 152 Warga Lampung Selatan Terserang DBD Sepanjang 2023
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mencatat, 152 warga setempat terserang penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) sepanjang tahun 2023.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Jamaludin mengatakan, jumlah kasus tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kasus DBD tahun 2022 sebanyak 227 kasus, Sementara tahun 2023 tercatat 152 kasus. Jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya," ujar Jamal, saat dikonfirmasi, Minggu (14/1/2024).
Menurut Jamal, penyakit DBD tergolong salah satu penyakit berbahaya yang ditularkan melalui virus oleh nyamuk aedes aegypti kepada manusia.
Jamal merincikan, ada sebanyak 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan melaporkan warganya terkena penyakit DBD.
"Katibung menjadi kecamatan yang terbanyak terdapat kasus DBD yakni 24 kasus," ungkapnya.
Disusul Kecamatan Natar dan Kalianda, menjadi daerah terbanyak kedua yang dilaporkan terdapat kasus DBD yakni 18 kasus.
"Kecamatan Ketapang ada 11 kasus," timpal Jamal.
Berikutnya, adalah Kecamatan Palas menempati urutan ketiga wilayah terbanyak terjadi kasus DBD, dimana dilaporkan ada 9 kasus.
"Lalu Kecamatan Sidomulyo 8 kasus," lanjut Jamal.
Kemudian, ada Kecamatan Jati Agung dan Sragi yang masing-masing wilayah melaporkan ada 7 kasus DBD menyerang warga.
Disusul Kecamatan Candipuro terdapat 6 kasus DBD, serta Kecamatan Way Sulan dan Penengahan dengan masing-masing 5 kasus.
"Kecamatan Tanjung Bintang dan Rajabasa jumlah kasus DBD sama, 4 kasus," imbuhnya.
Selanjutnya, Kecamatan Merbau Mataram ada 3 kasus DBD dan Kecamatan Bakauheni, Tanjung Sari, Way Panji masing-masing 1 kasus.
Jamal memaparkan kiat mencegah penyakit DBD, seperti menerapkan 3M yaitu menguras tempat penampungan air secara teratur untuk memusnahkan jentik nyamuk.
Menutup tempat penampungan air bersih, dikarenakan nyamuk aedes aegypti suka bertelur di air yang bersih. Juga mengubur barang bekas seperti botol, kaleng dan lainnya.
"Selain itu, cara mengantisipasi gigitan nyamuk aedes aegypti juga bisa dengan memakai obat nyamuk atau kelambu saat tidur. Menabur abate ditempat air yg tergenang dan susah untuk dibersihkan serta menjaga kebersihan lingkungan," tandas Jamal. (*)
Berita Lainnya
-
Lonjakan H-6 Lebaran, 88 Ribu Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Senin, 16 Maret 2026 -
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026 -
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Kapolres Lamsel Ingatkan Personel Hindari Ego Sektoral
Kamis, 12 Maret 2026 -
109 SPPG di Lampung Selatan Belum Kantongi SLHS, DPRD Minta Dinas Dampingi Pengelola
Kamis, 12 Maret 2026








