• Jumat, 21 Juni 2024

Kemenag Tanggamus Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Selasa, 02 Januari 2024 - 15.57 WIB
136

Kemenag Tanggamus saat menggelar Doa Bersama Lintas Agama, di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Selasa (2/1/2024). Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sebagai wujud implementasi tema Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2024 yakni 'Indonesia Hebat Bersama Umat', Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus menggelar Doa Bersama Lintas Agama, di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Selasa (2/1/2024).

Doa bersama diikuti Penjabat Bupati Tanggamus diwakili Asisten I Bidang Pembangunan Setkab Tanggamus Suaidi, MUI, FKUB, Forkopimda, Kepala Kemenag Tanggamus H. Mahmuddin Aris Rayusman, Kasubbag TU Kemenag Tanggamus Mardanus, pejabat utama Kemenag Tanggamus, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pokjawas, Pokjaluh, APRI, IPARI, Formasta, FKPP, dan tokoh lintas agama, serta pegawai di lingkungan Kemenag Tanggamus.

Secara bergantian mereka memanjatkan doa, untuk agama Islam dibacakan oleh H. Agus Suparni, Kristen dipimpin Tukijo,  Katolik dibacakan Y. Suroso dan Hindu dibacakan Pemangku Riyanto. 

Mereka yang terdiri dari berbagai agama dan keyakinan, hari ini menyatu dan turut meresapi kekhusyukan melalui doa-doa yang beragam namun memiliki tujuan sama, yakni untuk kebaikan, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan bangsa dan negara, Indonesia. 

Ketua Panitia HAB ke-78 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Halilurrahman mewakili Kepala Kemenag Tanggamus Mahmuddin Aris Rayusman mengatakan, doa lintas agama ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-78 Tahun 2024.

"Hingga hari ini, Kementerian Agama terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Agama serta mewujudkan tatanan kehidupan beragama," kata Halilurrahman. 

Dikatakan Halilurrahman, pembangunan membutuhkan stabilitas, dan stabilitas akan terwujud jika antar masyarakat saling rukun dan damai, terlebih menjelang Pemilu 2024 tinggal hitungan hari.

Oleh Karena itu, dalam momen doa lintas agama yang diikuti oleh perwakilan Umat Islam, Umat Kristen, Umat Katolik, Umat Buddha dan Umat Hindu pada hari ini, dapat mempererat kerukunan Umat beragama.

"Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dapat terwujud harmoni kehidupan beragama sebagai salah satu pilar kerukunan nasional demi tercapainya tujuan pembangunan," ujar Halilurrahman. 

"Semoga Kementerian Agama terus jaya, serta menjadi oase dan pelayanan Umat yang terbaik," kata Halilurrahman lagi.


Asisten Bidang Pembangunan Setdakab Tanggamus, Suaidi saat membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan mengucapkan selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-78. 

"Semoga Kementerian Agama semakin maju dan berperan dalam memberikan bimbingan kehidupan beragama dan memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Kabupaten Tanggamus," ucap Suaidi.

Hari Amal Bakti Kementerian Agama, lanjut Suaidi, merupakan peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama. Dimana peringatan Hari Amal Bakti yang  diperingati pada awal tahun ini, merefleksikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama.

"Kementerian Agama bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia, Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah jantung kebangsaan, tempat bertemunya semangat beragama dan cinta Tanah Air," kata dia.

Melihat amat pentingnya tugas itu, ujar dia, maka pada setiap diri aparatur Kementerian Agama melekat beberapa misi yang saling terkait. 

"Misi itu antara lain, mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antar-umat beragama," katanya.

Menyinggung pelaksanaan Pemilu  2024, dimana tanggal 14 Februari melaksanakan pemungutan suara Pemilu, Suaidi mengajak semua untuk bersama-sama berdo'a agar pesta demokrasi tahun 2024, baik di wilayah Tanggamus dan diseluruh wilayah Indonesia, dapat berlangsung dengan tertib, aman, damai dan lancar.

"Kesuksesan pelaksanaan Pemilu bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu yang dibantu aparat keamanan, tapi diperlukan peran serta dan dukungan semua pihak termasuk kita semua yang ada disini para tokoh-tokoh lintas agama," kata dia.

Ditambahkannya, stabilitas keamanan merupakan syarat mutlak dalam suatu agenda nasional, dan untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan peran serta dan sinergitas dari semua stakeholder agar situasi keamanan dan ketertiban selalu dalam keadaan kondusif. 

"Walau Kabupaten Tanggamus selama ini selalu dalam keadaan kondusif, namun kita harus selalu waspada terhadap semua potensi kerawanan. Kita juga berdo'a kepada Allah SWT., agar kiranya diberi perlindungan, di beri bimbingan, diberikan hidayah dan diberikan ridho, agar pelaksanaan Pemilu 2024 berlangsung dengan sukses, aman dan damai," katanya.

Pada kesempatan yang baik ini, Suaidi  juga mengajak untuk bersama-sama membangun kehidupan bermasyarakat ke arah yang lebih baik. 

Dikatakannya,  berbagai hambatan dan masalah jangan membuat kita semakin lemah dan tercerai berai, tetapi kita harus semakin bersatu-padu, kompak serta meyakini bahwa segala permasalahan dan hambatan apabila kita atasi bersama-sama, bergotong-royong di dalam bingkai persatuan dan kesatuan, maka tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. 

"Apapun hambatannya, asal kita selalu terus kompak dan bersatu, maka segalanya akan baik-baik saja," kata Suaidi sambil menyitir firman Allah dalam Alquran Surat Ar-Ra'd ayat 11, bahwa "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (*)