• Jumat, 23 Februari 2024

Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Kopi di Tanggamus, Sudin: Capaian Ekspor Kopi Lampung Menurun

Selasa, 19 Desember 2023 - 13.10 WIB
1.3k

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, saat sambutan dalam Bimtek di Desa Tugu Papak, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Selasa (19/12/2023). Foto: Yudi/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Dalam rangka mendukung gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) oleh balai karantina hewan, ikan dan tumbuhan Lampung, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, sebut capaian ekspor kopi yang berasal dari Provinsi Lampung menurun.

Hal itu diungkapkan Sudin dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dihadiri oleh 250 peserta dengan didominasi oleh para petani kopi, di Desa Tugu Papak, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Selasa (19/12/2023).

Dalam sambutannya Sudin mengatakan, kegiatan Bimtek tersebut merupakan bentuk kepedulian Komisi IV DPR RI kepada petani kopi, khususnya di kabupaten Tanggamus. Bimtek dilaksanakan sebab capaian ekspor kopi asal Lampung menurun.

"Kenapa menurun bapak/ibu, saya mendapatkan info yang dulu kalau panen 1 Hektar hasilnya 1 Ton, saat ini bahkan tidak mencapai 1 Ton. Penurunan pengiriman ekspor kopi robusta oleh cuaca panas yang berkepanjangan, selain itu terdapat hambatan teknis seperti ketelusuran dan kesehatan keamanan pangan," kata Sudin.


Tidak hanya itu lanjut Sudin, faktor penurunan ekspor kopi asal Lampung disebabkan dengan kualitas yang akan dikirim tidak diperhatikan kualitasnya (asalan).

"Jadi kopi Lampung ini termasuk yang terbaik di Indonesia, cuma sayangnya saya ke beberapa negara kopi lampung itu tidak ada namanya, tidak terkenal," lanjutnya

"Seperti di jepang saya temukan ada kopi asal Lampung yang dipermasalahkan, itu temuan-temuan saya, saya langsung menghubungi Karantina pusat untuk menginformasikan adanya komplain terkait dengan residu, kadar dan lainnya," tambahnya.


Dengan demikian Sudin berharap, dalam proses pemupukan maupun panen, harus dengan cara yang terbaik, agar bahan kopi ekspor yang dihasilkan oleh para petani semuanya berkualitas.

"Bagaimana cara untuk tahu cara yang terbaik, ikuti Bimtek ini dengan seksama, karena kegiatan Bimtek ini menjadi momentum yang sangat berharga. Dimana kita bersama-sama menggali potensi bagi para petani kopi dalam menghadapi isu atau hambatan," terangnya.

Sementara Camat Semaka, Syafrizal mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi para petani yang ada di Kecamatan Semaka, karena pada prinsipnya kelompok tani yang hadir pada hari ini perlu adanya bimbingan lebih lanjut lagi.

"Sehingga mampu bereksistensi membantu kesejahteraan tentunya dalam segi pendapatan untuk masyarakat yang masuk ke dalam binaan kelompok tani," Syafrizalnya.


Syaprizal dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi IV DPR RI atas terselenggaranya kegiatan Bimtek yang dianggap mampu memberikan pengetahuan dan wawasan lebih kepada para petani kopi yang ada di Kecamatan Semaka.

"Keinginan kami juga, kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara terus menerus, sehingga ilmu dan pengetahuan yang ada dapat diterapkan kepada para petani," pungkasnya. (*)