• Senin, 11 Mei 2026

Perampok Nasabah Bank di Metro: Uangnya untuk Mabuk dan Bercinta dengan Banyak Wanita

Selasa, 12 Desember 2023 - 11.15 WIB
435

tersangka Dedi Kurniadi (41), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro, Selasa (12/12/2023). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Aksi nekat kawanan perampok nasabah Bank di Kota Metro bikin geleng-geleng kepala. Pasalnya uang ratusan juta hasil perampokan digunakan untuk minum minuman keras atau mabuk dan bercinta dengan banyak wanita hingga Pekerja Seks Komersial (PSK).

Hal itu diakui tersangka Dedi Kurniadi (41) warga Jalan M. Noeh Macan Lingkungan II Desa Sukadana, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Di hadapan Polisi dan awak media, satu dari dua tersangka perampokan yang diamankan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Metro tersebut mengaku menghabiskan uang rampokan untuk hura-hura dengan wanita.

Selain hura-hura, uang tersebut juga digunakan tersangka Dedi Kurniadi untuk mengkonsumsi minuman keras (Miras) dan membeli satu unit sepeda motor Merk Honda Scoopy.

"Uangnya itu untuk beli motor dan hura-hura. Untuk minum dan main perempuan," pengakuannya saat diwawancarai awak, Selasa (12/12/2023).

Tersangka yang terpaksa di tembak Polisi pada kedua kakinya lantaran melawan saat akan diamankan tersebut juga mengaku telah lupa biaya yang dikeluarkannya setiap kali ML.

"Pakai perempuan sudah tidak kehitung pak, banyak. Saya main short time, saya lupa harganya," ungkapnya.

Tersangka Dedi mengaku menyesali perbuatannya. Ia berharap rekannya yang berinisial MA alias A (40) warga Tanjung Raja, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan dapat segera menyerahkan diri dan menemaninya di penjara.

"Saya menyesal pak, Saya sudah berkeluarga. Tolong saudara Ali segera menyerahkan diri ke Polres Kota Metro, supaya tidak seperti saya, ditembak," bebernya.

Salah seorang korban, Sonny Samatha menyampaikan apresiasinya atas kinerja Polisi Polres Metro, yang mana setelah dua tahun kasusnya tanpa kejelasan, akhirnya pelaku berhasil diamankan.

"Semoga di Kota Metro tidak terulang lagi kejadian seperti ini dengan modus pecah kaca. Kejadian saya itu tahun 2021," ungkapnya.

Pria yang juga merupakan seorang pengacara tersebut berharap Polisi dapat menyita seluruh aset milik tersangka yang berasal dari uang hasil kejahatan.

"Harapan kita barang-barang yang dibeli menggunakan uang hasil kejahatan itu semestinya disita oleh Polisi, itu saja harapan saya," harapnya.

Sonny juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengambil uang di bank dengan jumlah besar.

"Kepada masyarakat juga harus lebih berhati-hati saat mengambil uang dan kalau bisa uang tidak disimpan dalam mobil, karena para pelaku itu melakukan pemantauan dari awal," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu dari dua tersangka perampokan sejumlah nasabah Bank di Bumi Sai Wawai akhirnya di tangkap Tekab 308 Satreskrim Polres Metro.

Dari informasi, para tersangka merampok dua nasabah Bank, yang pertama nasabah Bank Lampung dan yang kedua nasabah Bank Mandiri. Hasilnya, para tersangka berhasil membawa kabur uang tunai dengan total mencapai Rp 720 Juta. (*)