• Jumat, 01 Maret 2024

Tiga Gedung RSUD Sumbersari Metro Selesai Dibangun, Pemkot Proyeksikan Pelayanan Lansia

Jumat, 08 Desember 2023 - 17.44 WIB
202

Kepala Dinas Kesehatan, Eko Hendro, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (8/12/2023). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Pembangunan tiga gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbersari Bantul, Kota Metro yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1.761.270.729 telah dinyatakan selesai pada 5 Desember 2023 lalu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kedepan memproyeksikan bangunan tersebut sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (Lansia) atau geriatri.

Kepala Dinas Kesehatan, Eko Hendro menjelaskan, pembangunan tiga gedung tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemkot Metro.

"Alhamdulillah untuk progres Rumah Sakit Sumbersari Bantul, tiga bangunan yang baru itu Alhamdulillah sudah selesai dengan tempat waktu. Pembangunan ruang di Rumah Sakit Sumbersari Bantul itu merupakan salah satu dari 10 program prioritas Pemkot Metro," kata Eko, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (8/12/2023).

"Artinya itu menjadi salah satu prioritas program pembangunan di kota Metro, jadi pembangunan gedung baru di rumah sakit Sumbersari Bantul," imbuhnya.

Eko juga mengklaim bahwa selama pembangunan tiga gedung tersebut tidak ditemukan hambatan yang signifikan. Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa pembangunan telah selesai tepat waktu.

"Kalau hambatan yang signifikan tentunya tidak ada, tapi selalu kita monitoring dengan laporan mingguan progres itu. Karena kita memantau di lapangan, kemarin pembangunan itu selesai di tanggal 5 Desember," ucapnya.

Tak hanya itu, Eko juga menerangkan bahwa jika pembangunan tersebut tidak selesai sesuai kontrak, masih ada tambahan waktu selama 10 hari.

"Saya sudah lihat sendiri kesana dan semua progresnya sudah berjalan baik. Kalau seandainya kemarin tidak selesai pun kan kita diperbolehkan sampai tanggal 15, dan itu ada denda keterlambatan. Tentunya rekanan masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya," ujarnya.

Dirinya juga menerangkan bahwa perusahaan bakal mendapatkan sanksi dengan jika proyek tersebut tidak selesai sesuai jadwal. Namun, lantaran pembangunan tersebut telah selesai tepat waktu, maka tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan bakal melakukan survey pada 11 Desember 2023 mendatang.

"Nah denda keterlambatan itu satu per 1.000, dan itu tidak apa-apa tidak masalah yang penting masih di bawah ambang batas pengajuan SPM," terangnya.

"Tapi alhamdulillah selesai. Insyaallah hari Senin dilakukan survei akreditasi oleh Kementerian Kesehatan, dari KARS," sambungnya 

Eko menilai, pembangunan tiga gedung tersebut telah berjalan baik dan sesuai harapan. RSUD Sumbersari Bantul kedepannya bakal menjadi rumah sakit rujukan Puskesmas di Bumi Sai Wawai.

"Bangunan itu sangat baik, strategis dan juga bermanfaat untuk Rumah Sakit Sumbersari. Mengapa bermanfaat, karena kita sedang mengembangkan Rumah Sakit Sumbersari Bantul untuk menjadi rumah sakit yang lebih baik lagi ke depannya sehingga menjadi rujukan dari Puskesmas dan masyarakat Kota Metro," ungkapnya.

Mantan Wakil Direktur (Wadir) RSUD Ahmad Yani Metro tersebut juga menyampaikan bahwa keberadaan RSUD Sumbersari Bantul sebagai satelitnya RSUD Ahmad Yani Metro.

"Karena nantinya tidak semua kita bisa tampung di rumah sakit Ahmad Yani, dan ke depannya Rumah Sakit Sumbersari Bantul menjadi Rumah Sakit satelitnya Ahmad Yani. Jadi nanti dari Puskesmas di rujuknya ke rumah sakit Bantul," paparnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa pihaknya bakal melengkapi sarana dan prasarana (Sarpras) RSUD Sumbersari Bantul pada tahun 2024 mendatang untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit Geriatri.

"Maka sarana dan prasarananya harus kita lengkapi termasuk juga gedungnya dan alat-alat kesehatannya, ini mulai kita kesana. Kedepannya, karena umur harapan hidup di kota Metro itu cukup tinggi, maka banyak sekali lansia-lansia," jelasnya.

"Sehingga nanti di sana akan kita jadikan sebagai rumah sakit khusus lansia namanya rumah sakit geriatri. Jadi nantinya Kita akan punya rumah sakit tipe D regional, yang di mana IPM kita tinggi dan umur harapan hidup kita tinggi, maka kita siapkan satu rumah sakit. Tentunya yang memiliki fasilitas pelayanan geriatri," tambahnya.

Pihaknya juga bakal menggelontorkan anggaran sebesar Rp1, 5 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 mendatang untuk pemenuhan Sarpras RSUD Sumbersari Bantul.

"Kemudian untuk alkes nya nanti akan kita penuhi melalui dana DAK. Kita dapat dana DAK Rp 1,5 Miliar, nanti rencananya semua untuk pembelian alkes. Itu untuk menunjang pelayanan disana. Salah satunya untuk pembelian instrumen alat operasi atau alat bedah yang akan kita distribusi disana. Jadi nantinya rumah sakit itu benar-benar berfungsi dan baik mulai 2024 menggunakan dana DAK," terangnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan fisik penambahan ruangan RSUD Sumbersari Bantul, Verawati Nasution membeberkan progres penyelesaian pembangunan tersebut.

"Satu bulan yang lalu itu kan memang masih 50 persen progresnya, kemudian diberikan teguran dulu secara administrasi dari konsultan pengawas. Kemudian kita tinjau ke lokasi untuk melihat apa yang menjadi kendala dan ternyata ada pekerjaan mereka yang plus dan ada juga yang minus," katanya.

Setelah ditemukan sejumlah kendala tersebut, pihaknya menggelar rapat Contract Changes Order (CCO). Hal tersebut sebagai bentuk perintah perubahan pekerjaan yang dikeluarkan oleh PPK kepada pelaksana kegiatan.

CCO tersebut digunakan untuk perubahan pekerjaan atau penyesuaian bersifat minor dan tidak bersifat pokok, serta tanpa merubah substansi pekerjaan.

"Akhirnya kita laksanakan CCO namanya dalam rapat. Dari rapat CCO itu kita tegaskan lagi bahwa kontrak itu berakhir di tanggal 5. Dan setelah seminggu sebelum tanggal 5 itu sudah progres di 72 persen. Kemudian penyelesaian 28 persennya dilemburkan oleh mereka, maka pas tanggal 5 mereka sudah selesai," tandasnya.

Sebelumnya, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Metro mencatat pemenang tender pembangunan tiga gedung RSUD type D Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan ialah CV Royal Flush.

Dari laman LPSE, memuat informasi bahwa CV Royal Flush merupakan perusahaan perusahaan pelaksanaan konstruksi berbentuk CV yang beralamat di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

CV Royal Flush memenangkan tender pekerjaan kontruksi dengan nama tender Penambahan Ruangan RSUD Sumbersari Bantul yang berada dibawah naungan satuan kerja Dinas Kesehatan.

Dalam LPSE tercatat bahwa CV Royal Flush memenangkan tender tersebut dengan nilai Rp1.761.270.729 dari pagu anggaran Rp2,2 Miliar menggunakan APBD Kota Metro tahun 2023.

Sayangnya hingga kini, Kupastuntas.co belum mendapatkan keterangan apapun dari pihak CV Royal Flush selaku pelaksana pembangunan penambahan ruangan RSUD Sumbersari Bantul. (*)



Foto : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro saat dikonfirmasi diruang kerjanya. (Arby /Kupas Tuntas)