• Jumat, 01 Maret 2024

Bimtek di Sukoharjo Pringsewu, Sudin Ingatkan Petani Ikut Asuransi Pertanian

Kamis, 07 Desember 2023 - 13.18 WIB
1k

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dalam sambutan kegiatan Bimtek di Pringsewu, Kamis (7/12/2023).

Kupastuntas.co, Pringsewu - Pentingnya asuransi guna keberlangsungan hidup saat gagal panen, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin ingatkan Petani di Pringsewu mendaftar asuransi pertanian.

Hal tersebut disampaikan oleh Sudin saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bagi Petani Dan Penyuluh Angkatan XIII di Pekon Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Sudin mengatakan, Bimtek dengan tema meningkatkan produksi tanaman pangan dengan teknik budidaya yang baik yang diikuti oleh 300 peserta meliputi petani, penyuluh pertanian dan kelompok wanita tani Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, sangat bermanfaat, mengingat Kabupaten Pringsewu menjadi salah satu daerah penghasil atau menjadi lumbung padi di Provinsi Lampung.

Namun kata Sudin, perlu diingatkan bagi para petani untuk mengikuti asuransi pertanian, hal tersebut dianggap sangat penting untuk keberlangsungan hidup saat mengalami gagal panen.

Sudin menjelaskan perlunya asuransi pertanian tersebut bagi para petani yaitu disaat mengalami gagal panen para petani dapat mengklaim kerugian yang disebabkan saat gagal panen kepada pemerintah terkait.

"Bapak ibu saya ingatkan betapa pentingnya asuransi pertanian bagi petani, kenapa demikian sebab, apabila bapak/ibu mengalami gagal panen, dengan sudah mendaftarkan diri kepada asuransi pertanian nanti itu bisa kita klaim," kata Sudin dalam sambutan kegiatan Bimtek di Pringsewu, Kamis (7/12/2023).

Selanjutnya Sudin menerangkan, sebagian besar asuransi pertanian disubsidi oleh pemerintah pusat dalam, namun Sudin sangat menyayangkan sosialisasi terkait asuransi pertanian sangat minim di seluruh indonesia, sehingga para petani tidak paham tata cara saat akan membayar asuransi pertanian tersebut.

"Sebagian besar asuransi pertanian itu disubsidi oleh Kementrian pertanian, langsung dari pusat, tapi mohon maaf, hampir diseluruh Indonesia sosialisasi asuransi pertanian sangat minim sekali, kenapa saya bilang seperti itu, sebagai contoh di Kabupaten pesawaran petani yang ikut asuransi pertanian bingung saat mambayar asuransi itu kemana," terangnya.

"Untuk pembiayaan asuransi pertanian itu nilainya tidak seberapa, dalam satu kali masa tanam hanya Rp 28 ribu, dengan biaya yang tidak seberapa nanti disaat mengalami gagal panen, seperti busuk, kena hama dan lain sebagainya nanti mendapat klaim dari asuransi," tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga, Sudin menyerahkan berbagai alat dan mesin pertanian kepada para kelompok tani yang ada di Kabupaten Pringsewu, namun ia menegaskan bantuan tersebut bukan berasal dari dirinya melainkan dari Kementrian pertanian.

"Saya ingatkan setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada para petani, itu tidak dipungut biaya alias gratis, apabila ada yang meminta biaya laporkan saja kepada pihak berwajib," tegasnya.

Bantuan tersebut lanjut Sudin, sebagai bentuk perhatian pemerintah (Kemntrian Pertanian) kepada kelompok tani, sebab pemerintah membutuhkan petani dan begitupun sebaliknya.

"Jadi bantuan yang diberikan dirawat sebaik-baiknya, agar selalu bisa digunakan untuk menunjang produktifitas, sebab pemerintah dengan petani saling bergantungan, saling membutuhkan, karena bila petani mendapatkan bantuan, oleh lahannya menggunakan alat mesin pertanian akan cepat dalam produktifitasnya," Imbuhnya.

Kepala Balai Pertanian Provinsi Lampung, Abdul Roni Angkat yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, dalam laporannya, ada 300 peserta yang mengikuti bimtek diantaranya para petani, 12 penyuluh pertanian dan kelompok wanita tani kabupaten Pringsewu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Siti Litawati (diwakili) dalam sambutannya mengapresiasi, kegiatan Bimtek yang diselenggarakan, sebab kegiatan tersebut kali pertamanya diselenggarakan di Kabupaten Pringsewu dengan mengumpulkan petani sekaligus.

"Kami atas nama Dinas Pertanian sangat mengapresiasi kegiatan ini pak, karena hususnya melalui dana APBD belum pernah bisa mengumpulkan petani kita sekaligus, karena biasanya kita melalui Kecamatan," kata Siti.

Dirinya juga berharap kegiatan tersebut dapat berkelanjutan agar apa yang dapat disampaikan kepada para petani tentang informasi berkaitan dengan teknologi pertanian.

"Sangat diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan, agar apa yang bisa disampaikan terkait dengan teknologi pertanian kepada para petani, dapat langsung disampaikan secara tatap muka," pungkas Siti. (*)