• Sabtu, 20 Juli 2024

Pilih Calon Pemimpin Punya Track Record Baik, Oleh: Pemimpin Redaksi Kupas Tuntas Zainal Hidayat, S.H

Senin, 04 Desember 2023 - 08.29 WIB
128

Pemimpin Redaksi Kupas Tuntas Zainal Hidayat, S.H. Foto:

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pada 3 Desember 2023, Surat Kabar Harian (SKH) Kupas Tuntas genap berusia 17 tahun. Peringatan hari lahir Kupas Tuntas tahun ini, bertepatan dengan jelang tahun politik Pemilu 2024. Rakyat harus bisa memilih pemimpin yang punya track record baik, berintegritas, dan amanah, untuk bisa membawa bangsa dan negeri ini semakin makmur dan sejahtera. 

Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara, akan menghadapi momen penting dalam perjalanan politiknya yaitu Pemilu 2024. Presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti, memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin 275 juta lebih rakyat Indonesia (tahun 2022). 

Ada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berkompetisi memperebutkan suara rakyat berjumlah sekitar 204 juta lebih, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. 

Dalam memilih pemimpin nasional, janganlah memilih seseorang hanya sekadar popularitas dan pencitraan saja.  Pilihlah pemimpin yang sudah jelas visinya, dan sudah jelas rekam jejaknya. Pilih pemimpin yang bersih, aspiratif, dan bisa menjadi problem solver.

Yang diperlukan saat ini adalah pemimpin yang berjiwa kenegarawanan. Seorang pemimpin bukan hanya sekadar politisi yang hanya memiliki pemikiran jangka pendek. Seorang pemimpin yang baik itu yang memiliki pemikiran jangka panjang, dan memikirkan the next generation.

Pemilu 2024 nanti merupakan critical point untuk masa depan bangsa.  Jika salah dalam memilih pemimpin yang benar, maka kita akan jatuh ke jurang yang besar. 

Pemimpin kedepan harus mampu mengatasi berbagai pemasalahan yang masih terjadi hingga saat ini, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, kesenjangan ekonomi, memperbaiki layanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat perlindungan terhadap hak asasi manusia, serta yang bisa menaungi semua elemen masyarakat.

Salah satu pekerjaan rumah yang cukup berat bagi presiden dan wakil presiden terpilih nanti adalah krisis pangan, yang kini menghantui hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Apalagi, saat ini harga pangan dalam negeri terus fluktuatif dan cenderung terus naik. Dampaknya, pemerintah saat ini mengandalkan impor bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

SKH Kupas Tuntas, sebagai salah satu media cetak terbesar di Provinsi Lampung juga terus melakukan berbagai pembenahan agar bisa menjadi rujukan penyedia informasi bagi seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Lampung. 

Surat Kabar Harian Kupas Tuntas lahir pada tanggal 3 Desember 2006. Belum banyak media cetak harian di Provinsi Lampung pada masa itu. Masih bisa dihitung bilangan jari. Untuk media harian lokal, tidak lebih dari 5 penerbitan. Sisanya media Nasional, media mingguan serta majalah bulanan.

Portal berita online pada tahun 2006 belum ada. Jaringan internet masih sangat terbatas. Penyimpanan data masih menggunakan piringan disket. Kamera masih analog menggunakan roll film, belum ada kamera digital. Apalagi yang namanya Hp android. 

Hambatan yang sering terjadi, kadang-kadang disket untuk penyimpanan datanya kena virus, berita yang sudah selesai diketik dan berharap sudah tersimpan, saat dibuka ternyata isinya kosong. Foto menggunakan roll film juga begitu, fotonya sering tidak jadi karena film-nya masuk angin, biaya produksi media cetak mahal. 

Seiring perkembangan zaman, teknologi media penyimpanan data terus mengalami perubahan. Beberapa di antaranya sudah tidak lagi diproduksi secara massal, seperti disket. Muncul inovasi baru, seperti flashdisk, memory card, dan seterusnya.

Pertumbuhan internet yang semakin agresif melahirkan berbagai saluran komunikasi publik. Media konvensional tidak lagi menjadi  satu-satunya media arus utama. 

Berdasarkan hasil laporan Hootsuite dan We Are Social tahun 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204 juta jiwa dari total 277 juta jiwa. Setiap tahun jumlah penggunanya selalu meningkat.

Bila dibandingkan dengan jumlah pengguna internet pada tahun 2021, ada kenaikan 15,5% atau lebih dari 27 juta orang dalam satu tahun.

Ketika ada 204 juta pengguna internet, itu artinya 74 % warga Indonesia sudah tersentuh dan berselancar di dunia maya.

Tidak hanya pengguna internet Indonesia yang naik, jumlah perangkat mobile yang terkoneksi juga melonjak menjadi 345,3 juta dan pengguna yang aktif di media sosial (medsos) berbagai platform menjadi 191,4 juta.

Persentase pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang memiliki masing-masing jenis perangkat, mobile phone (98,3%), smartphone (98,2%), non-smartphone mobile phone (16%), laptop/desktop (74,7%), tablet (18,5%), TV streaming (6%), konsol game (16,2%), perangkat smarthome (5,7%), smartwatch/wristband (13,3%), dan perangkat virtual reality (4,2%).

Dalam satu hari pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sampai 8 jam 52 menit untuk mengakses internet, streaming 2 jam 50 menit, nongkrong di medsos 3 jam 14 menit, hingga bisa meluangkan waktu 1 jam 38 menit untuk membaca media online maupun offline.

Podcast yang merupakan jenis media internet terbaru digandrungi warga Indonesia dengan rata-rata menghabiskan waktu 44 menit dalam sehari. Meskipun itu masih kalah dengan waktu pengguna internet Indonesia saat streaming musik yang rata-rata 1 jam 30 menit dalam satu hari.

Pada laporan ini juga, disebutkan bahwa total jumlah pelanggan seluler Indonesia atau menggunakan jaringan WiFi sebanyak 195,3 juta.

Platform Media Sosial yang paling banyak digunakan yakni, whatsapp, Youtube, Tiktok, Instagram, lalu facebook.

Pertumbuhan internet yang pesat, dan lahirnya berbagai perangkat mobile berteknologi tinggi menyebabkan pasar media konvensional mengalami penurunan yang cukup tajam. Banyak penerbitan media cetak yang sudah gulung tikar, tidak hanya di Indonesia, juga di berbagai belahan dunia. 

Di Provinsi Lampung, media cetak meski secara jumlah bertambah namun dari segi pembaca mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Pesatnya perkembangan internet telah mendorong masyarakat untuk mengakses media online secara mudah melalui handphone, atau gadget. 

Untuk dapat bertahan, media konvensional harus mampu mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan atas informasi yang disajikan, kredibilitas dan kepercayaan masyarakat ini hanya dapat dibangun oleh jiwa profesionalisme wartawan yang berpegang dalam etika jurnalisme yaitu menyajikan informasi yang factual dan terverifikasi dengan baik. 

Inilah yang terus kami lakukan di media SKH Kupas Tuntas. Meningkatkan SDM setiap personilnya, penguasaan teknologi, informasi dan komunikasi. 

Meningkatkan wawasan dan kemampuan menggunakan perangkat teknologi adalah satu keharusan yang terus menerus dilakukan. Sehingga seluruh tim redaksi memiliki kualifikasi yang mumpuni menjadi seorang wartawan pada level professional, wartawan yang multi tasking.

Selain itu, kami juga mengembangkan media online yang terintegrasi dengan berbagai platfom media sosial populer. 

Penggabungan antara media cetak dengan media online ini, di ranah dunia pers, disebut konvergensi media atau menggabungkan berbagai media berbeda menjadi satu.

Secara profitabilitas, media online sebenarnya belum memberikan sumbangan berarti bagi perusahaan. Media cetak masih menjadi andalan. Media massa cetak masih mendapat perhatian yang tinggi dari publik.

Untuk menjaga kepercayaan publik, inovasi terus kami lakukan, Membenahi produk dan modifikasi produk. Inovasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam strategi modifikasi strategi produk. Pers cetak mengenal kemasan dan desain produk. Desain dan kemasan yang unik bisa menarik konsumen. Baik dengan memodifikasi tampilan, tata letak, grafis maupun foto, dan rublikasi tematik serta beragam. 

SKH Kupas Tuntas dari waktu ke waktu terus bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan peradaban ke kinian. Itu kami lakukan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat pembaca. Karena pembacalah kami masih ada sampai saat ini. Salam hangat dari Kami. Dirgahayu SKH Kupas Tuntas ke-17 tahun. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 4 Desember 2023 dengan judul "Pilih Calon Pemimpin Punya Track Record Jelas"