• Jumat, 01 Maret 2024

Oknum Kepala Sekolah SD di Lambar Tampar Enam Murid

Sabtu, 02 Desember 2023 - 12.38 WIB
3.8k

Enam murid yang ditampar olek oknum Kepala Sekolah. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Bedudu, Pekon (Desa) Bedudu, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diduga melakukan kekerasan terhadap enam muridnya.

Hal tersebut disampaikan salah satu orang tua Murid, Wahyu kepada Kupastuntas.co, melalui sambungan selulernya, Sabtu (2/12/2023).

"Saya Wahyu, yang punya kopi luwak di Way Semangka. Anak saya bersama 5 temannya barusan ditampar kepala sekolah, semua nangis-nangis bahkan ada yang merah matanya," kata Wahyu.

Wahyu mengaku, dirinya kaget tiba-tiba anaknya datang ke rumah sambil nangis, sedangkan masih jam belajar.

Sesampainya di rumah lanjut Wahyu, anaknya mengadu telah ditampar kepala sekolah, kemudian dirinya mendatangi sekolah yang kebetulan di belakang rumahnya.

"Sudah saya temui, katanya khilaf. Cuma gitu aja, dan mau minta salaman. Tapi gak cukup seperti itu, harus ada pembelajaran. Ini sudah kedua kalinya, tapi sebelumnya berupa ancaman dari kepala sekolah, saya selaku orang tua tidak menerima hal-hal seperti ini, kalaupun anak saya salah tidak dengan kekerasan, dan bukan di area kepala, silahkan dari leher kebawah," tegas Wahyu.

"Sekarang saya masih di sekolah, lagi nungguin orang tua murid yang lain. Sampean kesini saja, biar ini selesai dan lebih jelas," sambung Wahyu sambil menutup telpon.

Dimintai tanggapan atas kejadian tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Mashuri langsung menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) setempat.

"Korwil, pak Paizan udah kita arahkan untuk ke lapangan. Yang jelas tidak dibenarkan mendidik anak dengan kekerasan," kata Mashuri.

Langkah selanjutnya terus Mashuri, akan dilaksanakan pemanggilan dan pembinaan. 

"Untuk sementara belum bisa banyak komentar karena hari ini hari Sabtu, jadi Senen kita turun ke sekolah. Tapi Korwil tadi sudah diminta turun ke sekolah," singkat Mashuri.

Hingga berita ini ditayangkan, kepala Sekolah yang diketahui bernama Baheran belum bisa dihubungi. (*)