• Jumat, 01 Maret 2024

8 Desa di Cukuh Balak Tanggamus Diterjang Banjir Bandang, Tujuh Rumah Warga Tertimbun Tanah Longsor

Sabtu, 02 Desember 2023 - 07.38 WIB
100

Diterjang Banjir Bandang dan Tanah Longsor-Sebanyak delapan pekon (desa) di Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus, diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Ada tujuh rumah warga tertimpa tanah longsor, dan satu jembatan hanyut diterjang banjir. Foto: Sayuti/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Pasca dua pekon (desa) di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, diterjang banjir bandang, kini giliran delapan pekon di Kecamatan Cukuh Balak, yang dihantam banjir bandang dan tanah longsor.

Banjir bandang yang melanda delapan pekon tersebut disebabkan curah hujan tinggi yang terjadi pada hari Kamis (30/11/2023) sore hingga Jumat (1/12/2023) pagi di wilayah Tanggamus. Selain itu, ada tiga pekon diantaranya mengalami bencana tanah longsor.  

Adapun delapan pekon terdampak banjir bandang dan tanah longsor adalah Pekon Putihdoh, Pekondoh, Gedung, Tengor, Banjar Negeri, Sukaraja, Tanjung Betuah, dan Pekon  Pampangan.

Sekcam Cukuh Balak, Aguslan mengatakan, banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Cukuh Balak disebabkan meluapnya sejumlah sungai akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari.

"Ada delapan pekon yang terdampak banjir bandang, dimana tiga pekon diantaranya juga mengalami tanah longsor yaitu di Pekon Tengor, Tanjung Betuah dan Pampangan," kata Aguslan, Jumat (1/12/2023).

Aguslan mengungkapkan, pada Jumat pagi banjir yang menggenangi rumah warga sudah surut. Selama ini, wilayah Kecamatan Cukuh Balak memang mejadi langganan banjir setiap kali terjadi musim hujan.

Saat ini, uspika dan aparat pekon masih melakukan asesmen di lapangan. "Kami masih melakukan  asesmen (mengumpulkan, menganalisis) data di lapangan, dan masih menunggu laporan dari pekon-pekon terdampak," katanya.

Aguslan menjelaskan, untuk titik longsor di Pekon Tengor sudah dibersihkan menggunakan alat berat milik perusahaan tambak udang yang beroperasi di wilayah setempat. Saat ini jalan sudah bisa dilewati sepeda motor dan mobil.

Dahrul (54), tokoh masyarakat Pekon Pampangan mengungkapkan, hujan lebat yang terjadi sejak Kamis sore mengakibatkan perbukitan di Pekon Pampangan longsor, dan menimpa sedikitnya 7 rumah warga pada Kamis malam.

Tujuh rumah tertimbun tanah longsor adalah milik Musanip, Zahroli, Istazir,  Anuwar, Tolhatta, Zirhan, dan Arhan. "Rumah yang mengalami kerusakan cukup parah milik pak Musanip," katanya.

Ahmad Parid, anggota DPRD Kabupatén Tanggamus mengatakan, untuk tanah longsor yang terjadi di Pekon Tanjung Betuah menutupi badan jalan hingga mengakibatkan kendaraan tidak bisa melintas.

"Warga dengan alat seadanya membersihkan material longsor agar jalan bisa dilalui sepeda motor. Saat ini sepeda motor sudah bisa lewat, tapi untuk mobil belum bisa," kata Parid, Jumat (1/12/2023).

Parid menerangkan, banjir bandang yang terjadi pada Kamis (30/11/2023) pukul 22.00 WIB merendam ratusan rumah, sekolah dan balai pekon, serta menghanyutkan satu jembatan beton.

"Fasilitas umum yang terendam antara lain gedung MTs YMPI Pekondoh, PAUD Kasih Bunda Pekondoh, dan Balai Pekon Pekondoh. Sedangkan jembatan yang hanyut menghubungkan Pekondoh dengan Putihdoh," katanya.

Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, BPBD dan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kecamatan Cukuh Balak untuk membantu warga yang terdampak banjir serta membersihkan material longsor.

Ia mengingatkan kepada masyarakat terutama yang tinggal dekat sungai dan perbukitan untuk tetap waspada karena banjir dan longsor sewaktu-waktu bisa kembali terjadi.

"Tetap waspada, karena ini baru memasuki musim hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak hujan terjadi pada bulan Februari 2024 mendatang," katanya.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang menerjang Pekon Tanjungan dan Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus, usai diguyur hujan deras, pada Kamis (30/11/2023) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya, puluhan rumah, masjid dan sekolah terendam banjir, dan satu jembatan putus.

Selain itu, satu unit sepeda motor hanyut terbawa arus banjir. Banjir disebabkan Sungai (Way) Betung tidak bisa menampung luapan air hujan sehingga mengalir ke pemukiman warga.

Derasnya arus banjir juga memutuskan sebuah jembatan yang berada tepat di atas Way Betung. Putusnya jembatan mengakibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion nomor polisi B-4023-NL yang dikendarai Dedi (30) bersama Supri (39),  warga Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, jatuh ke sungai lalu hanyut dibawa arus air sungai.

Beruntung, Dedi dan Supri berhasil diselamatkan warga dan hanya mengalami luka ringan. "Ada dua pekon terdampak banjir bandang yang terjadi pada Kamis dinihari tadi, yaitu Pekon Tanjungan dan Betung," kata Camat Pematang Sawa,  Saifuddin Sarif, Kamis (30/11/2023).

Saifuddin mengatakan, ada 70 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 10 sampai dengan 40 centimeter. Selain itu, juga terjadi longsor yang menutup jalan penghubung di Pekon Tanjungan.

"Jembatan yang putus berada di Pekon Betung, yang merupakan akses utama di Kecamatan Pematang Sawa. Hal ini menyebabkan akses lalu lintas beberapa pekon ikut terputus," ujar Saifuddin.

Ia menerangkan, satu masjid di Pekon Betung, dan bangunan SDN 1 Betung ikut terendam banjir. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah tersebut diliburkan.

"Iya hari ini ujian bahasa Indonesia dan agama ditunda karena sekolah terendam banjir. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan," kata Barlian selaku Kepala Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (SPLP) Pematang Sawa.

Barlian mengatakan, para guru bersama siswa dibantu warga sudah membersihkan material banjir di SDN 1 Betung. (*)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Sabtu, 02 Desember 2023 dengan judul "8 Desa di Cukuh Balak Tanggamus Diterjang Banjir Bandang, Tujuh Rumah Warga Tertimbun Tanah Longsor"