• Jumat, 01 Maret 2024

Kabar Gembira, Badak Sumatera Kembali Lahir di TNWK

Minggu, 26 November 2023 - 13.20 WIB
76

Anak badak berjenis kelamin jantan yang baru lahir di Suaka Rhino Sumatra (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Sabtu (25/11/2023) kemarin. Foto: TNWK

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Dunia konservasi Indonesia kini kembali bergembira, setelah pada September lalu seekor anak badak Sumatra berjenis kelamin betina lahir di Suaka Rhino Sumatra (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), kini giliran anak badak berjenis kelamin jantan yang lahir di tempat serupa.

Dari siaran pers bernomor: SP.406/HUMAS/PPIP/HMS.3/11/2023 yang dirilis Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, menginformasikan bahwa SRS TNWK kembali mendapat penghuni baru.

Menteri LHK RI, Siti Nurbaya menginformasikan bahwa satu ekor anak badak Sumatera berjenis kelamin jantan lahir dari induk bernama Delilah di SRS TNWK, pada hari Sabtu (25/11/2023) kemarin.

“Kita bersyukur atas kelahiran kelima di SRS TNWK. Kelahiran ini sekaligus menjadi kelahiran badak sumatera kedua di tahun 2023," kata dia dalam siaran persnya, Minggu (26/11/2023).

Siti Nurbaya menyebutkan bahwa kelahiran mamalia besar dengan nama latin Dicerorhinus Sumatrensis di alam konservasi tersebut sebagai penegas komitmen pemerintah.

"Hal ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan upaya konservasi badak di Indonesia, khususnya badak sumatera,” ucap Menteri Siti Nurbaya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Satyawan Pudyatmoko menjelaskan, Badak Delilah merupakan badak sumatera betina berumur 7 tahun yang berhasil melahirkan seekor badak jantan pertama.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, badak Delilah melahirkan anak jantan di luar waktu perkiraan, yaitu sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (25/11), di hari kebuntingan ke-460, 10 hari lebih cepat dari perkiraan kelahiran. Pada pukul 08.19 WIB, badak Delilah ditemukan sudah bersama anaknya di hutan oleh penjaga satwa SRS TNWK," jelasnya.

Bayi badak tersebut merupakan hasil perkawinan dari badak Delilah dengan badak jantan bernama Harapan. Induk Delilah sendiri merupakan badak yang lahir hasil dari kelahiran kedua dari perkawinan badak Ratu dan badak Andalas di SRS TNWK pada tahun 2016 lalu.

Adapun jantan bernama Harapan merupakan penghuni SRS TNWK yang lahir dari perkawinan ketiga antara badak Emi dan badak Ipuh di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat pada tahun 2007.

Badak Harapan mulai menempati SRS TNWK pada tahun 2015. Harapan sekaligus menjadi badak sumatera terakhir yang dipulangkan ke Indonesia, sehingga hal itu menandakan saat ini tidak ada lagi badak sumatera selain di Republik Indonesia.

Satyawan juga mengungkapkan bahwa kondisi induk dan anak badak terpantau baik. Anak badak sudah dapat berdiri tegak dan berjalan.

Tak lama setelah ditemukan sudah bisa menyusui dalam posisi berdiri. Saat ini, induk dan anak badak sudah berada di dalam kandang perawatan (Boma) SRS TNWK, dengan berat badan anak badak 25 kg.

"SRS TNWK yang dikelola balai TNWK bersama Yayasan Badak Indonesia berlokasi di zona khusus TNWK. Tujuan utamanya yakni menghasilkan anak badak sumatera untuk mempertahankan keberlangsungan hidup spesies badak sumatera yang kini terancam punah," ujarnya.

"Anak-anak badak sumatera hasil program pengembangbiakan di SRS TNWK ke depannya dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif YABI, Jansen Manansang menambahkan, badak Delilah yang melahirkan anak pertamanya merupakan hasil dari proses perkawinan alami di SRS TNWK.

Ke depan, Yayasan Badak Indonesia terus berkomitmen untuk membantu dan mendukung sepenuhnya program dan upaya Pemerintah Republik Indonesia khususnya dalam upaya konservasi badak di Indonesia.

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 tahun 2018, badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia.

"Di dalam IUCN Red List, status konservasi badak sumatera saat ini adalah critically endangered atau CR. Kelahiran kelima di SRS TNWK ini memberikan semangat untuk kita semua agar terus berupaya semaksimal mungkin dalam melestarikan badak sumatera," tandasnya.

Diketahui, dari upaya pengembangbiakan semi alami yang dilakukan, saat ini SRS TNWK telah sukses menghasilkan lima individu badak sumatera yang lahir.

Masing-masing yaitu Andatu yang lahir pada 2012, Delilah tahun 2016, Sedah Mirah pada 2022, anak ketiga dari Ratu dan Andalas yang lahir pada 30 September 2023 lalu dan terakhir ialah anak dari Delilah dan Harapan yang lahir pada 25 November 2023. (*)